Rangka eSAF Diduga Keropos dan Berkarat, Begini Jawaban AHM
Sabtu, 19 Agustus 2023 - 18:12 WIB
2. Honda Beat
3. Honda Scoopy
4. Honda Vario 160
GM Plant AHM Cikarang Dodi Sutriadi menjelaskan, penggunaan teknologi rangka eSAF dapat membuat pengendara lebih aman, nyaman, dan motor terasa ringan. Ini juga dapat memberikan handling yang nyaman.
“Proses produksi sepeda motor Honda selalu mengedepankan kualitas sehingga rangka eSAF yang dihasilkan mampu menyuguhkan stabilitas handling dan kenyamanan yang maksimal bagi pengendara Honda,” kata Dodi dalam keterangan tertulis.
“Kita melihatnya mesti case by case ya. Itu kasusnya dilaporkan saja, nanti kita akan mendalami lebih lanjut. Karena sejauh ini tidak ada keluhan yang berarti mengenai hal itu dari konsumen-konsumen yang lain. Jadi mungkin mesti dilihat setiap kasusnya,” ujar Octa di ICE BSD City, Tangerang, beberapa waktu lalu.
Menurut Octa, rangka keropos bisa terjadi akibat pemakaian. Misalnya mereka yang tinggal di daerah pantai, sehingga motor kerap terkena air laut. Oleh sebab itu, perlu diperiksa kembali apa penyebab terjadinya rangka keropos.
“Beberapa perlu ada investigasi lebih lanjut, kaitannya sama QC (pengecekan kualitas), kita akan tangani. Jadi tergantung kasusnya. Kalau misalkan mengenai frame patah sementara pas dilihat karena pemakaian, karena dekat pantai atau laut, nah itu banyak kasusnya. Karena itu saya nggak bisa ngomong,”ucapnya.
3. Honda Scoopy
4. Honda Vario 160
GM Plant AHM Cikarang Dodi Sutriadi menjelaskan, penggunaan teknologi rangka eSAF dapat membuat pengendara lebih aman, nyaman, dan motor terasa ringan. Ini juga dapat memberikan handling yang nyaman.
“Proses produksi sepeda motor Honda selalu mengedepankan kualitas sehingga rangka eSAF yang dihasilkan mampu menyuguhkan stabilitas handling dan kenyamanan yang maksimal bagi pengendara Honda,” kata Dodi dalam keterangan tertulis.
Tanggapan AHM Terkait Rangka eSAF yang Viral
Mengenai serangkaian rangka motor Honda BeAT yang patah, Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) Octavianus Dwi Putro mengatakan perlu ada investigasi untuk mengetahui penyebab rangka keropos.“Kita melihatnya mesti case by case ya. Itu kasusnya dilaporkan saja, nanti kita akan mendalami lebih lanjut. Karena sejauh ini tidak ada keluhan yang berarti mengenai hal itu dari konsumen-konsumen yang lain. Jadi mungkin mesti dilihat setiap kasusnya,” ujar Octa di ICE BSD City, Tangerang, beberapa waktu lalu.
Menurut Octa, rangka keropos bisa terjadi akibat pemakaian. Misalnya mereka yang tinggal di daerah pantai, sehingga motor kerap terkena air laut. Oleh sebab itu, perlu diperiksa kembali apa penyebab terjadinya rangka keropos.
Baca Juga :
Honda Siapkan Generasi Baru Skutik X-ADV
“Beberapa perlu ada investigasi lebih lanjut, kaitannya sama QC (pengecekan kualitas), kita akan tangani. Jadi tergantung kasusnya. Kalau misalkan mengenai frame patah sementara pas dilihat karena pemakaian, karena dekat pantai atau laut, nah itu banyak kasusnya. Karena itu saya nggak bisa ngomong,”ucapnya.
Lihat Juga :