Teknologi Norwegia Akan Sulap Gurun Pasir Jadi Lahan Pertanian

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 07:06 WIB
Proyek mengubah gurun menjadi ladang pertanian atau perkebunan memang menjadi tren global. Inovasi itu bertujuan untuk meningkatkan suplai makanan di banyak negara. “Itu merupakan inovasi yang tidak biasa,” kata Jacqueline Hannam, ilmuwan tanah dari Universitas Cranfield di Inggris. (Baca juga: Ilmuwan Jepang Bangunkan Mikroba yang Tertidur Selama 100 Juta Tahun)

Tanah yang kaya tanah liat mengandung banyak nutrisi dan air, tetapi bisa mengurangi kebutuhan irigasi. Namun, Hannam mengungkapkan, ekosistem gurun memang rawan. “Jika kamu menanam sesuatu yang berbeda dengan ekosistem gurun, maka itu akan menjadi hal yang tidak normal,” katanya.

Selain itu, Abu Dhabi, UEA , juga tidak ingin kalah untuk mengembangkan pertanian cerdas untuk memasok kebutuhan pangan. Mereka menggandeng Pure Harvest Smart Farms untuk mengembangkan ladang pertanian di gurun dengan sistem vertikal.

“Ketika saya mengatakan kepada banyak orang bahwa saya akan menanam tomat di gurun, mereka berpikir saya gila,” kata Sky Kurtz, pendiri Pure Harvest Smart Farms, kepada DW. Kurtz merupakan salah satu wirausaha yang menggunakan teknologi pertanian berteknologi tinggi untuk meningkatkan produksi bahan pangan di UEA . (Lihat videonya: Aksi Begal Asusila di Padang, Korban Mengalami Trauma)

Pure Harvest membangun greenhouse pertama di Abu Dhabi pada 2017. Investasi yang digelontorkan pemerintahan Abu Dubai mencapai jutaan dolar untuk mengembangkan pertanian vertikal. Untuk mengontrol iklim mereka menggunakan pencahayaan LED dengan sistem pengairan kabuet dan tetes. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!