Menperin Minta Pikap Double Cabin Diproduksi di Indonesia, Ini Jawaban Isuzu

Sabtu, 23 Maret 2024 - 15:24 WIB
“Harus ada kompensasi atau insentif pendukung. Kalau tidak, dan kalau (hanya) apa adanya seperti sekarang, pindahkan semua pabriknya mungkin berat,” kata Attias di Jakarta Selatan, Jumat (23/3/2024).

Baca Juga: Isuzu Resmi Suntik Mati Isuzu Panther, Berhenti di Angka 433.117 Unit

Attias menjelaskan dalam memindahkan basis produksi dibutuhkan perhitungan matang dari berbagai faktor. Pertimbangan yang perlu dikaji adalah pangsa pasar, jumlah pemain, dan skala ekonomi.

“Gambarannya begini, pasarnya seberapa besar, pemain yang bermain di situ berapa? Dalam setahun itu berapa masing-masing kalau dibagi rata? Kalau dipindahkan dengan hanya segitu, harganya akan jadi mahal apa enggak? Supaya terjangkau bagaimana? Harus ada apa? Hitung-hitungannya begitu,” ujarnya.

Baca Juga: 8 Kelebihan Isuzu All New Isuzu D-Max yang Bikin Kompetitornya Minder
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!