Berbeda dari Mobil Listrik Lain, Mobil e-Power Nissan Tak Perlu Charger
Kamis, 03 September 2020 - 17:56 WIB
Sistem e-Power pada SUV ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 95 kilowatt (129 PS), dengan torsi maksimum 260 Nm. Sementara baterainya sudah menggunakan lithoum ion.
Bagus Susanto, Marketing Director PT. Nissan Motor Indonesia, menjelaskan, tenaga yang dihasilkan pada EV sepenuhnya menggunakan motor listrik. Kemudian tenaga pada hybrid menggunakan dua mesin, yakni bensin dan motor listrik.
Sedangkan pada e-Power, seluruh tenaganya mennggunakan motor listrik. Namun, tetap menggunakan bensin untuk menambah daya pada motor listriknya.
“e-Power karakteristiknya hampir sama dengan EV, karena selalu digerakan oleh motor listrik, sedangkan bensinnya dipakai untuk charge,” jelas Bagus, saat wawancara eksklusif bersama Sindonews, di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Kamis (3/9/2020).
Baterai yang digunakan pada e-Power juga lebih kecil dibandingkan EV, ukurannya hanya 1,57 kWh. “Untuk bensin yang digunakan kami menyarankan menggunakan kandungan oktan 92 atau setara pertamax,” tandas Bagus.
Bagus Susanto, Marketing Director PT. Nissan Motor Indonesia, menjelaskan, tenaga yang dihasilkan pada EV sepenuhnya menggunakan motor listrik. Kemudian tenaga pada hybrid menggunakan dua mesin, yakni bensin dan motor listrik.
Sedangkan pada e-Power, seluruh tenaganya mennggunakan motor listrik. Namun, tetap menggunakan bensin untuk menambah daya pada motor listriknya.
“e-Power karakteristiknya hampir sama dengan EV, karena selalu digerakan oleh motor listrik, sedangkan bensinnya dipakai untuk charge,” jelas Bagus, saat wawancara eksklusif bersama Sindonews, di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Kamis (3/9/2020).
Baterai yang digunakan pada e-Power juga lebih kecil dibandingkan EV, ukurannya hanya 1,57 kWh. “Untuk bensin yang digunakan kami menyarankan menggunakan kandungan oktan 92 atau setara pertamax,” tandas Bagus.
(wbs)
Lihat Juga :