Dealer Neta di Singapura Ditutup setelah 3 Bulan Dibuka
Senin, 07 April 2025 - 07:02 WIB
Namun, penutupan operasi dalam waktu yang singkat menimbulkan pertanyaan tentang posisi keuangan merek dan strategi jangka panjang di luar China.
Ini bukan pertama kalinya Neta menghadapi tantangan internasional — laporan sebelumnya juga menyebutkan persaingan ketat di pasar kendaraan listrik dan tekanan pada merek baru yang mencoba membangun diri di luar negara asal mereka.
Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Neta atau perwakilan distributornya mengenai penutupan ini.
Kurangnya komunikasi formal juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pembeli potensial dan pelanggan lama tentang jaminan layanan purna jual dan dukungan teknis.
Selain penutupan pameran di Singapura, Neta juga menghadapi berbagai masalah di tingkat global. Laporan menunjukkan penghentian produksi di pabrik Nanning dan Tongxiang, pengurangan tenaga kerja dari 7.932 menjadi sekitar 5.000, serta pemotongan gaji di departemen R&D antara 5 persen dan 30 persen.
Sebagai catatan, penjualan di dalam negeri periode Januari hingga September 2024 hanya mencapai 53.853 unit, kurang dari 30 persen dari target tahunan.
Ini bukan pertama kalinya Neta menghadapi tantangan internasional — laporan sebelumnya juga menyebutkan persaingan ketat di pasar kendaraan listrik dan tekanan pada merek baru yang mencoba membangun diri di luar negara asal mereka.
Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Neta atau perwakilan distributornya mengenai penutupan ini.
Kurangnya komunikasi formal juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pembeli potensial dan pelanggan lama tentang jaminan layanan purna jual dan dukungan teknis.
Selain penutupan pameran di Singapura, Neta juga menghadapi berbagai masalah di tingkat global. Laporan menunjukkan penghentian produksi di pabrik Nanning dan Tongxiang, pengurangan tenaga kerja dari 7.932 menjadi sekitar 5.000, serta pemotongan gaji di departemen R&D antara 5 persen dan 30 persen.
Sebagai catatan, penjualan di dalam negeri periode Januari hingga September 2024 hanya mencapai 53.853 unit, kurang dari 30 persen dari target tahunan.
Lihat Juga :