Hantu Premanisme Masih Gentayangan, Ancam Lumpuhkan Jantung Industri Otomotif Indonesia

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:33 WIB
Menaikkan Standar Pengamanan: Uang muka (DP) yang lebih tinggi dan persyaratan jaminan yang lebih ketat menjadi norma baru.

Konsumen Jujur Jadi Korban

Inilah tragedi sesungguhnya. Akibat ulah segelintir debitur nakal dan fenomena premanisme, jutaan calon pembeli jujur yang mengandalkan kredit kini menjadi korban.

Dengan 80% pembelian mobil di Indonesia yang bergantung pada kredit, pengetatan syarat ini secara langsung menjadi rem darurat bagi penjualan.

“Di Indonesia, 80 persen orang beli mobil pakai kredit. Waktu kreditnya terganggu, mereka (perusahaan pembiayaan) memperketat persyaratan dan itu dampaknya adalah penurunan penjualan kendaraan,” ungkap Kukuh.

Pada akhirnya, "hantu" premanisme kini tidak lagi hanya menjadi masalah keamanan di jalanan. Ia telah bermutasi menjadi sebuah kanker yang menggerogoti kesehatan ekonomi salah satu industri paling vitaldiIndonesia.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!