Raksasa Otomotif Eropa Kibarkan Bendera Putih Hadapi Gempuran Mobil Listrik Murah China

Sabtu, 13 September 2025 - 19:25 WIB
Ini bukan lagi sekadar ancaman; ini adalah pertumpahan darah di atas lantai-lantai showroom. Bukti paling nyata datang dari Porsche, merek yang selama ini menjadi simbol status dan impian.

Penjualan mereka di pasar krusial China anjlok sebesar 27,9 persen pada paruh pertama tahun 2025. Para pelanggan setia mereka kini berbondong-bondong beralih ke merek-merek lokal China yang lebih terjangkau.

Para raksasa Jerman lainnya pun pontang-panting. Jochen Goller, kepala pemasaran BMW, menggambarkan situasi di China sebagai sebuah "perang harga yang brutal." Mereka kini menggantungkan harapan pada model iX3 terbarunya yang akan meluncur pada musim panas 2026 untuk bisa kembali bersaing.

Sementara itu, Mercedes-Benz menyiapkan serangan balasan dengan meluncurkan sekitar 40 model baru hingga 2027 dan memangkas biaya produksi hingga miliaran euro. Namun, sang CEO, Ola Kaellenius, mengakui bahwa "persaingan ketat di China akan terus berlanjut."

Jika Tak Bisa Kalahkan Mereka, Tirulah Mereka

Mungkin pengakuan yang paling jujur dan menohok datang dari Renault. Pabrikan asal Prancis ini, yang sudah lebih dulu "melarikan diri" dari pasar China sekitar lima tahun lalu, kini secara terbuka mengubah strategi bisnisnya untuk meniru para pesaing dari China.

Mereka akan memperkenalkan baterai yang lebih terjangkau dan mempercepat waktu pengembangan model baru—dua jurus utama yang menjadi senjata andalan para produsen China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!