China Bangkitkan Mesin Rotary Wankel yang Ditinggalkan Mazda, Siap Dipakai Taksi Terbang 2027!

Senin, 05 Januari 2026 - 20:36 WIB
Meskipun angka tersebut terlihat moderat untuk ukuran mobil sport, dalam konteks aviasi ringan, rasio daya terhadap bobot adalah segalanya. Mesin ini menggunakan rumah blok berbahan aluminium cor (cast aluminum housing) untuk memangkas bobot.

Keunggulan teknis paling menonjol terletak pada pelapisan internalnya. Dongan menyematkan lapisan komposit non-gesekan berbasis nanodiamond.

Teknologi ini menjawab kelemahan klasik mesin rotari—yakni keausan pada apex seal—sekaligus meningkatkan efisiensi termal dan daya tahan untuk operasi penerbangan jangka panjang.

Tak berhenti di situ, varian dua rotor (twin-rotor) kini sedang dalam tahap pengembangan aktif. Varian ini diproyeksikan mampu menggandakan output tenaga hingga 110 kW atau setara 148 hp, memberikan daya dorong yang cukup untuk wahana terbang berkapasitas penumpang.

Logika Pasar: Mengapa Rotari untuk Udara?

Keputusan China membangkitkan mesin Wankel adalah langkah logis untuk sektor aviasi nirlawak.

Mesin rotari memiliki dimensi yang jauh lebih ringkas dibandingkan mesin piston konvensional dengan tenaga setara.

Selain itu, karakteristik kerjanya yang minim getaran dan senyap menjadi nilai jual utama (USP) dalam operasi penerbangan, terutama untuk kebutuhan pengintaian atau transportasi sipil yang mementingkan kenyamanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!