Krisis Bahan Bakar Filipina Memburuk, Lebih dari 400 SPBU Terpaksa Tutup

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:27 WIB
Sejauh ini, beberapa penangkapan telah dilakukan terkait kasus penjualan bahan bakar ilegal, penimbunan, dan kegiatan mencari keuntungan. Beberapa daerah yang terlibat antara lain Nueva Vizcaya, Samar Timur, dan Albay.

Inspektur Jenderal Polisi Filipina juga menekankan bahwa meskipun ia memahami tekanan yang dihadapi oleh operator SPBU, setiap upaya untuk mengambil keuntungan dari situasi krisis akan ditindak tegas.

Pasokan diperkirakan akan bertahan hingga pertengahan April

Meskipun situasinya masih tegang, pihak berwenang memperkirakan pasokan bahan bakar negara tersebut akan bertahan hingga pertengahan April untuk saat ini.

Namun, jika konflik global berkepanjangan dan rantai pasokan terus terganggu, risiko gangguan yang lebih besar termasuk penutupan lebih banyak SPBU dan kenaikan harga yang lebih agresif tidak dapat dikesampingkan.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!