Imbas Perang Timur Tengah: Harga Minyak Meroket, Angin Segar Buat Ekspansi Mobil Listrik China
Jum'at, 27 Maret 2026 - 16:34 WIB
Perusahaan AS, Venture Global, baru saja meneken kontrak lima tahun suplai LNG dengan Vitol, sementara TC Energy dari Kanada mempercepat ekspansi fasilitas ekspor LNG raksasa mereka.
Presiden AS Donald Trump bahkan secara gamblang menjanjikan subsidi USD1 miliar (sekitar Rp17 triliun) kepada sebuah perusahaan Prancis agar membatalkan proyek ladang angin lepas pantai dan beralih ke proyek bahan bakar fosil.
Para ahli lingkungan memperingatkan bahaya carbon lock-in effect, di mana infrastruktur fosil yang tergesa-gesa dibangun saat ini akan terus beroperasi selama beberapa dekade ke depan, mengunci bumi dalam polusi.
Kingsmill Bond, pakar strategi dari lembaga thinktank Ember, tetap optimis bahwa krisis ini pada akhirnya akan mempercepat elektrifikasi.
"Ini adalah guncangan minyak pertama dalam sejarah di mana minyak menghadapi alternatif yang lebih unggul. Tenaga surya, angin, dan EV lebih murah, lokal, lebih cepat disebarkan, dan masif. Mereka sudah menang bahkan sebelum krisis terjadi," pungkasnya.
Presiden AS Donald Trump bahkan secara gamblang menjanjikan subsidi USD1 miliar (sekitar Rp17 triliun) kepada sebuah perusahaan Prancis agar membatalkan proyek ladang angin lepas pantai dan beralih ke proyek bahan bakar fosil.
Para ahli lingkungan memperingatkan bahaya carbon lock-in effect, di mana infrastruktur fosil yang tergesa-gesa dibangun saat ini akan terus beroperasi selama beberapa dekade ke depan, mengunci bumi dalam polusi.
Kingsmill Bond, pakar strategi dari lembaga thinktank Ember, tetap optimis bahwa krisis ini pada akhirnya akan mempercepat elektrifikasi.
"Ini adalah guncangan minyak pertama dalam sejarah di mana minyak menghadapi alternatif yang lebih unggul. Tenaga surya, angin, dan EV lebih murah, lokal, lebih cepat disebarkan, dan masif. Mereka sudah menang bahkan sebelum krisis terjadi," pungkasnya.
(dan)
Lihat Juga :