Rudal Iran Membabi Buta! Volkswagen Berniat Produksi Iron Dome
Minggu, 29 Maret 2026 - 11:17 WIB
Pabrik Osnabrück sebenarnya memiliki sejarah yang panjang.
Pabrik ini pertama kali dibuka pada tahun 1874 untuk memproduksi gerbong sebelum diambil alih oleh Karmann pada tahun 1901.
Sebagai produsen kontrak yang terkenal, Karmann telah membangun model untuk berbagai merek besar seperti Mercedes-Benz, Nissan, Renault, Triumph, BMW, dan bahkan Volkswagen di fasilitas ini.
Setelah Karmann bangkrut pada tahun 2010, Volkswagen mengambil alih pabrik tersebut.
Jika kolaborasi ini menjadi kenyataan, ini bukanlah pertama kalinya Volkswagen dikaitkan dengan produksi terkait pertahanan.
Hal ini karena divisi truk MAN milik Volkswagen memang terlibat dalam produksi kendaraan militer melalui kemitraan dengan perusahaan pertahanan Jerman, Rheinmetall.
Dalam konteks saat ini, langkah seperti itu juga menunjukkan bagaimana produsen otomotif Eropa kini semakin terbuka untuk mendiversifikasi operasi mereka, terutama karena permintaan pasar global semakin tidak pasti.
Iron Dome adalah sistem pertahanan udara jarak pendek yang dirancang untuk mendeteksi, melacak, dan mencegat roket atau rudal jarak pendek.
Sistem ini dikembangkan oleh Rafael bersama Israel Aerospace Industries dan telah banyak digunakan oleh Israel untuk mempertahankan area tertentu dari ancaman serangan jarak dekat.
Jika proyek ini berjalan, ini akan menjadi salah satu perkembangan paling luar biasa dalam industri otomotif Eropa ketika sebuah pabrik mobil berpotensi diubah menjadi pusat produksi komponen pertahanan berteknologi tinggi.
Pabrik ini pertama kali dibuka pada tahun 1874 untuk memproduksi gerbong sebelum diambil alih oleh Karmann pada tahun 1901.
Sebagai produsen kontrak yang terkenal, Karmann telah membangun model untuk berbagai merek besar seperti Mercedes-Benz, Nissan, Renault, Triumph, BMW, dan bahkan Volkswagen di fasilitas ini.
Setelah Karmann bangkrut pada tahun 2010, Volkswagen mengambil alih pabrik tersebut.
Jika kolaborasi ini menjadi kenyataan, ini bukanlah pertama kalinya Volkswagen dikaitkan dengan produksi terkait pertahanan.
Hal ini karena divisi truk MAN milik Volkswagen memang terlibat dalam produksi kendaraan militer melalui kemitraan dengan perusahaan pertahanan Jerman, Rheinmetall.
Dalam konteks saat ini, langkah seperti itu juga menunjukkan bagaimana produsen otomotif Eropa kini semakin terbuka untuk mendiversifikasi operasi mereka, terutama karena permintaan pasar global semakin tidak pasti.
Iron Dome adalah sistem pertahanan udara jarak pendek yang dirancang untuk mendeteksi, melacak, dan mencegat roket atau rudal jarak pendek.
Sistem ini dikembangkan oleh Rafael bersama Israel Aerospace Industries dan telah banyak digunakan oleh Israel untuk mempertahankan area tertentu dari ancaman serangan jarak dekat.
Jika proyek ini berjalan, ini akan menjadi salah satu perkembangan paling luar biasa dalam industri otomotif Eropa ketika sebuah pabrik mobil berpotensi diubah menjadi pusat produksi komponen pertahanan berteknologi tinggi.
(wbs)
Lihat Juga :