Perang Iran-AS Bikin Warga Asia Ramai-Ramai Borong Mobil Listrik!

Rabu, 01 April 2026 - 15:35 WIB
"Saya rasa tidak ada orang yang menyesal membeli EV saat ini," tegas Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese.

Tren serupa menghantam Selandia Baru, di mana Menteri Transportasi Chris Bishop mencatat lebih dari 1.000 unit EV teregistrasi dalam sepekan hingga 22 Maret—naik 2 kali lipat dari pekan sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi sejak akhir 2023.

Di Jepang, di mana penjualan EV berbasis baterai murni masih di bawah 2 persen akibat kuatnya penetrasi mobil hybrid dari raksasa seperti Toyota dan Nissan, pemerintah langsung mengambil langkah drastis.

Mereka memompa subsidi pembelian EV hingga 1,3 juta Yen, atau Rp138.448.000 per kendaraan sejak bulan Januari.

Bahkan Elon Musk berjanji akan menyuntikkan investasi besar Tesla untuk infrastruktur Supercharger di sana.

Sanshiro Fukao, analis Itochu Research Institute, memprediksi tren ini akan semakin tak terbendung. "Meski pemerintah Jepang menyubsidi bensin, situasi akan memburuk bulan ini, dan pergeseran ke EV akan berjalan penuh," ujarnya.

Di Korea Selatan, registrasi EV melesat lebih dari dua kali lipat pada bulan Maret berkat mahalnya BBM dan perang diskon agresif antara Tesla dan BYD. "Harga minyak yang lebih tinggi mendorong lebih banyak orang mengunjungi showroom," ungkap seorang tenaga penjual BYD di Gyeonggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!