Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!

Senin, 22 Juni 2026 - 06:51 WIB
Langkah ini diharapkan dapat mempermudah operasi penyelamatan jika terjadi kecelakaan dan mengurangi risiko sengatan listrik bagi tim penyelamat.

Pada saat yang sama, standar baru untuk baterai juga ditingkatkan dengan beberapa persyaratan keselamatan yang lebih ketat.

Di antara perubahan yang paling signifikan adalah dalam aspek keselamatan termal.

Sedangkan sebelumnya produsen hanya perlu memastikan bahwa sistem mampu memberikan peringatan setidaknya lima menit sebelum terjadi kebakaran atau ledakan, standar baru sekarang menetapkan bahwa baterai tidak boleh terbakar atau meledak sama sekali dalam uji yang ditentukan.

Sistem peringatan tetap wajib, sementara asap yang dihasilkan juga tidak boleh membahayakan penumpang.

Selain itu, uji benturan bawah telah diperkenalkan untuk pertama kalinya. Uji ini bertujuan untuk menilai tingkat perlindungan baterai ketika kendaraan menabrak suatu objek atau mengalami benturan di bagian bawah sasis.

Dalam hal daya tahan, baterai sekarang harus lulus uji keselamatan setelah menjalani 300 siklus pengisian cepat. Setelah uji tersebut, baterai masih perlu membuktikan bahwa baterai tidak akan terbakar atau meledak saat menjalani uji korsleting eksternal.

Para ahli industri percaya bahwa standar baru ini akan mempercepat restrukturisasi industri EV di Tiongkok. Produsen yang memenuhi persyaratan keselamatan diharapkan akan mendapatkan keuntungan, sementara persaingan yang mengandalkan produk berkualitas rendah dengan harga murah diharapkan akan menurun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!