Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!

Senin, 22 Juni 2026 - 06:51 WIB
Menurut Dr. Han Guangshuai dari Universitas Tongji, standar ini juga akan membantu meningkatkan kepercayaan di pasar EV bekas karena memberikan tolok ukur yang lebih jelas untuk evaluasi kendaraan.

Pada saat yang sama, hal ini diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran perusahaan asuransi, sehingga membantu mengatasi masalah premi tinggi atau kesulitan mendapatkan perlindungan asuransi untuk EV bekas.

Sementara itu, Wu Kai, anggota Akademi Teknik Tiongkok dan Kepala Ilmuwan CATL, mengatakan bahwa ketika standar tersebut sepenuhnya diterapkan, tingkat kebakaran spontan EV di Tiongkok diperkirakan sekitar 10 kali lebih rendah daripada kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE).

Beberapa produsen besar juga telah mempersiapkan diri sebelumnya. CATL mengumumkan bahwa semua baterai kendaraan penumpang dan komersial yang diproduksinya telah lulus uji standar baru sejak Mei 2025.

BYD mengkonfirmasi bahwa Baterai Blade generasi kedua mereka juga lulus uji dengan kinerja yang melebihi persyaratan minimum.

Namun, analis industri memperkirakan standar baru ini akan meningkatkan biaya produksi baterai.

Situasi ini berpotensi memengaruhi harga model EV yang diluncurkan setelah Juli 2026, tetapi harga jual sebenarnya masih bergantung pada pengendalian biaya dan strategi penetapan harga masing-masing produsen.

Dalam perkembangan terkait, otoritas Tiongkok juga terus menyederhanakan aspek keselamatan kendaraan listrik melalui pengenalan standar Detektor Kebakaran untuk Kendaraan (GB47497—2026), yang berfokus pada sistem deteksi dini untuk fenomena pelarian termal pada baterai daya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!