Nyaris Bangkrut, McLaren Akhirnya Diselamatkan Pangeran Muhammad bin Salman
Senin, 19 Juli 2021 - 20:00 WIB
Mayoritas pemegang saham McLaren kini didominasi oleh perusahaan dari Timur Tengah seperti Bahrain dan Arab Saudi.
INGGRIS - Perusahaan mobil asal Inggris McLaren terus berupaya menyelamatkan diri dari kebangkrutan. Setelah beberapa waktu lalu terpaksa menjual kantor pusat mereka di Woking, Inggris kepada perusahaan Global Net Lease, McLaren terus berupaya mencari bantuan dana segar agar perusahaan mereka yang terdiri dari perusahaan mobil balap, mobil super dan teknologi, tetap berjalan dengan baik.
Beruntungnya baru-baru ini dilaporkan Reuters, perusahaan pendanaan yang dimiliki oleh Pangeran Mohammad bin Salman dari Kerajaan Arab Saudi yakni Public Investment Fund mengucurkan dana yang tidak sedikit buat McLaren.
Baca juga : Adu Ganteng Modifikasi Pajero Sport After Market vs Aksesoris Resmi
Tidak main-main Public Investmen Fund mengucurkan dana sebesar USD758 juta atau setara Rp10,8 triliun. Kucuran dana tersebut memang tidak membuat perusahaan pendanaan yang dipimpin oleh Pangeran Mohammad bin Salman ini menjadi pemilik McLaren. Pasalnya saat ini pemegang saham mayoritas McLaren saat ini masih ada di perusahaan pendanaan asal Bahrain, Mumtalakat.
Beruntungnya baru-baru ini dilaporkan Reuters, perusahaan pendanaan yang dimiliki oleh Pangeran Mohammad bin Salman dari Kerajaan Arab Saudi yakni Public Investment Fund mengucurkan dana yang tidak sedikit buat McLaren.
Baca juga : Adu Ganteng Modifikasi Pajero Sport After Market vs Aksesoris Resmi
Tidak main-main Public Investmen Fund mengucurkan dana sebesar USD758 juta atau setara Rp10,8 triliun. Kucuran dana tersebut memang tidak membuat perusahaan pendanaan yang dipimpin oleh Pangeran Mohammad bin Salman ini menjadi pemilik McLaren. Pasalnya saat ini pemegang saham mayoritas McLaren saat ini masih ada di perusahaan pendanaan asal Bahrain, Mumtalakat.
Lihat Juga :