Ternyata Partikel Kecil Plastik Bisa Pengaruhi Pemanasan Global

Sabtu, 25 Juli 2020 - 09:12 WIB
loading...
A A A
Namun, para peneliti di Norwegia masih kurang memahami konsekuensi ekologis dan lingkungan dari meningkatnya polusi partikel plastik. Mereka masih meneliti dampak terhadap lingkungan, termasuk partikel plastik yang terbang ke Kutub Utara. “Kami juga masih tahu terlalu sedikit tentang bagaimana partikel-partikel mikroplastik bergerak dari tempat mereka diproduksi ke semua ujung dunia (Kutub Utara),” sebut para peneliti.

Peneliti di NILU, Nikolaos Evangeliou, dan rekannya dari Universitas Vienna, Andreas Stohl, mengamati mikroplastik di jalanan yang dihasilkan dari keausan ban dan keausan rem. Mereka membandingkannya dengan simulasi transportasi udara untuk menentukan dispersi polutan ini. Mayoritas mikroplastik berasal dari lalu lintas daerah padat penduduk seperti Amerika Serikat, Eropa Utara, dan daerah urban di Asia Tenggara.

Mereka melihat kepadatan jalan di seluruh dunia dan menggunakannya untuk mengetahui bagaimana mikroplastik dari ban menyebar ke seluruh dunia dan di mana tempat penyimpanannya. Para peneliti menemukan bahwa partikel-partikel plastik berukuran 2,5 mikrometer dan berukuran lebih kecil diangkut melalui udara dan diterbangkan ke lautan atau ke es. Ini dapat berdampak buruk bagi kelangsungan hidup pada masa depan.

“Ini mengkhawatirkan, partikel-partikel mikroplastik yang terbang menuju salju dan daerah yang tertutup es, seperti Greenland dan Arctic, dapat menggelapkan permukaan sehingga mengurangi albedo permukaan dan dapat mempercepat pencairan es dan salju,” kata Evangeliou. (Baca juga: Jenderal Polisi Pembantu Kaburnya Djoko Tjandra Berujung Pidana)

Albedo adalah ukuran seberapa banyak cahaya yang mengenai permukaan dan dipantulkan tanpa diserap. Padahal, tumpukan es dan salju di kutub membantu mendinginkan suhu bumi. Albedo yang lebih rendah pada gilirannya akan menyebabkan pencairan es dan salju meningkat, dan kemudian ke reflektivitas yang lebih rendah. “Permukaan atau materi gelap, seperti mikroplastik, menurunkan reflektivitas ini sehingga es menyerap lebih banyak panas,” tambahnya.

Andreas Stohl juga mengungkapkan bahwa partikel plastik dari ban termasuk dalam kategori bahan beracun yang merupakan ancaman nyata bagi manusia dan satwa liar. Ia telah meminta produsen ban untuk menemukan cara menciptakan ban baru yang mampu mengurangi mikroplastik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Standar Emisi Euro 5+...
Standar Emisi Euro 5+ Akan Diperkenalkan pada 2024
Ducati Bangun Pabrik...
Ducati Bangun Pabrik dengan Memanfaatkan Air dan Cahaya sebagai Energi
Porsche Resmi Produksi...
Porsche Resmi Produksi Bahan Bakar Sintetis Jenis Baru
Jaga Lingkungan Hidup,...
Jaga Lingkungan Hidup, Produk Ban Gajah Tunggal Kini Tanpa Pembungkus Plastik
Bosch Tawarkan Kampas...
Bosch Tawarkan Kampas Rem Harga Terjangkau yang Aman Buat Pengguna dan Lingkungan
Jaga Ekosistem Lingkungan...
Jaga Ekosistem Lingkungan Hidup, Bridgestone Dorong Penggunaan Karet Alam
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
Rekomendasi
Kasus Rabies Renggut...
Kasus Rabies Renggut Nyawa Pelajar, DPRD Nagakeo Minta Pemda Perkuat Pengendalian
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Berita Terkini
Mengapa The All-New...
Mengapa The All-New Lexus ES Bawa Evolusi Sedan Mewah Listrik ke Indonesia?
Tata Diam-diam Gunakan...
Tata Diam-diam Gunakan Platform Freelander dan Teknologi Chery untuk Mobil Premium
Mengapa Seres E5 Plus...
Mengapa Seres E5 Plus Jadi Ancaman Baru di Kelas SUV PHEV 7-Seater Indonesia?
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
DUNLOP Hadirkan SmartCare...
DUNLOP Hadirkan SmartCare Warranty, Solusi Tenang Pengguna Ban BLUE RESPONSE TG
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved