Ini Jawaban Mobil China Tidak Dilirik di Eropa

Senin, 21 Agustus 2023 - 20:46 WIB
loading...
Ini Jawaban Mobil China...
Jawaban mobil China tidak laku di Eropa. FOTO AUTOPRO
A A A
BERLIN - Diketahui bahwa kendaraan listrik China mulai memonopoli beberapa pasar global termasuk Amerika Serikat.

BACA JUGA - Mobil-mobil China Menggempur Malaysia dan Thailand Dibanding Indonesia

Namun, perkembangannya kini menghadapi serangkaian tantangan baru di Eropa ketika merek-merek China dikatakan kurang berkembang dalam hal manufaktur selain biaya impor yang tinggi.

"Tidak mulus bagi pembuat mobil China untuk pergi ke Eropa," kata Wakil Jenderal Asosiasi Produsen Mobil China, Chen Shihua seperti dilansir dari Autopro.

“Kita harus memperhatikan risikonya. Saat ini terlalu tegang, melangkah ke setiap wilayah tanpa fokus yang jelas.”

Dia menambahkan bahwa merek China mungkin kesulitan untuk menjual mobil di Eropa semurah di pasar domestik.

"Logistik, pajak penjualan, bea impor, dan memenuhi persyaratan sertifikasi Eropa semuanya menambah biaya," jelas CEO Eropa Zeekr, Spiros Fotinos.

Selain faktor tersebut, satu hal yang perlu diperhatikan adalah baterai ditawarkan untuk model di Eropa untuk memenuhi jarak tempuh yang jauh.

Meskipun beberapa merek China, seperti MG, terkenal di Eropa, merek lain seperti XPeng dan Nio perlu membangun kepercayaan konsumen di Eropa.

Survei menunjukkan bahwa sebagian besar calon pembeli EV di Eropa tidak terbiasa dengan merek China dan ragu untuk membeli mobil China.

Menurut survei YouGov pada tahun 2022, hanya 14 persen dari 1.629 konsumen Jerman yang mengetahui merek BYD, pembuat EV terbesar kedua di dunia setelah Tesla, 17 persen pernah mendengar tentang Nio, sementara 10 persen lainnya mengenal Lynk & Co.

CEO Eropa untuk Zeekr, Spiros Fotinos, mengatakan akan bekerja untuk memenangkan kepercayaan konsumen melalui test drive di mana pembeli Eropa dapat menilai kualitas EV Zeekr secara langsung.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Jurus China Singkirkan...
Jurus China Singkirkan Mobil PHEV Eropa dari Pasar Otomotif
Kursi Tanpa Gravitasi...
Kursi Tanpa Gravitasi Mobil Listrik China Picu Masalah Baru
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Audi Nuvolari Supercar...
Audi Nuvolari Supercar Hybrid V8 dengan 987 HP, Penerus Spiritual R8
Industri Otomotif China...
Industri Otomotif China Mulai Meninggalkan Masa Keemasan dan Memilih Perang AI
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Rekomendasi
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Berita Terkini
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
Baterai Menyatu Rangka,...
Baterai Menyatu Rangka, Jok Jadi Kasur, Layar Dasbor 2.5K, Leapmotor B10 SUV China Rasa Eropa
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved