Cara General Motors Berhemat: 200 Bidang Pekerjaan Dihilangkan, tapi Karyawan Tidak Dipecat

Selasa, 22 Agustus 2023 - 08:22 WIB
loading...
Cara General Motors...
Sebanyak 200 bidang pekerjaan di General Motors akan dihilangkan untuk mencegah terjadi pengeluaran besar. Foto: Carbuzz.
A A A
DETROIT - General Motors berupaya menyederhanakan skema kerja di pabrik dengan menghilangkan 200 bidang pekerjaan yang sudah ada. Kenapa?

Ternyata, hal itu dilakukan untuk berhemat. Juga, memangkas kompleksitas pekerjaan. Rencana itu terungkap dalam pengumuman yang dilakukan CEO General Motors , Mary Bara, yang bertajuk Winning with Simplicity, pada Senin (21/8) kemarin.

Hanya saja orang-orang yang bidang pekerjaannya dihilangkan tidak serta-merta dipecat. Terlebih dulu mereka diinformasikan mengenai kondisi bidang pekerjaan mereka yang sudah tidak ada lagi.

Setelahnya, mereka akan diberikan beberapa pilihan. Salah satunya dipindahkan ke bidang lain menyesuaikan dengan kemampuan yang mereka miliki.

“Langkah ini diambil untuk mengurangi biaya desain dan teknik, biaya pemasok, kompleksitas pesanan, serta kompleksitas manufaktur,” kata Mary Barra dilansir CBT News, Selasa (22/8).

Adapun Kevin Kelly, juru bicara General Motors mengatakan langkah penghapusan 200 bidang pekerjaan merupakan upaya untuk menyelaraskan strategi pertumbuhan yang mereka jalani.

Jadi, dibutuhkan penghapusan beberapa bidang kerja untuk menyeimbangkan antara sumber daya manusia dengan strategi yang mereka tuju .

Cara General Motors Berhemat: 200 Bidang Pekerjaan Dihilangkan, tapi Karyawan Tidak Dipecat

Sejumlah kecil karyawan dipindahkan ke berbagai departemen yang berbeda. Foto: Carbuzz

"Selama beberapa bulan ke depan ini akan butuh sejumlah kecil karyawan yang pindah ke berbagai departemen di dalam perusahaan. Kami akan membantu mereka yang terkena dampak dan mengizinkan mereka melamar pekerjaan yang tersedia," ucap Kevin Kelly.

Disebutkan CBT News, General Motors belakangan ini memang terus melakukan efisiensi dengan cara mengurangi biaya kerja. Awalnya mereka berencana untuk mengurangi biaya sebesar USD2 miliar atau setara Rp30,4 triliun.



Namun, rencana pengurangan itu semakin besar lagi hingga 2024 dengan target mencapai USD3 miliar atau sekitar Rp45,7 triliun.

"Untuk melakukan ini, GM berencana untuk mengurangi jumlah pegawai yang dibayar, menyederhanakan proses produksi kendaraan, mengurangi pengeluaran untuk penjualan dan pemasaran, serta memotong kembali biaya administrasi dan perjalanan," sebut CBT News.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hyundai Bangun Pabrik...
Hyundai Bangun Pabrik Baja Rp320 Triliun di Amerika Agar Tetap Cuan Jualan Mobil
Melihat Langsung Proses...
Melihat Langsung Proses Produksi Mobil Daihatsu di Pabrik KAP 2
Daihatsu Resmikan Pabrik...
Daihatsu Resmikan Pabrik Baru KAP 2, ADM Siap Produksi Mobil Listrik
Kaisar China Milih Buick,...
Kaisar China Milih Buick, Sekarang Berpaling ke Tesla! GM Gigit Jari?
GM Tumbang di China,...
GM Tumbang di China, Bisnis 100 Tahun Hancur Akibat Revolusi Mobil Listrik
3 Raksasa EV China yang...
3 Raksasa EV China yang Siap Tanam Duit Gede di Indonesia, Ada BYD hingga CATL
Subaru Tutup Pabrik...
Subaru Tutup Pabrik di Thailand, Strategi Baru atau Kalah Saing?
Lebih Sabar dan Teliti,...
Lebih Sabar dan Teliti, Alasan Hyundai Percayakan Pekerja Wanita Lakukan Pengecekan Akhir di Pabrik
Manufaktur Naik Level:...
Manufaktur Naik Level: 72 Lulusan TIA Siap Bawa Inovasi & Efisiensi ke Industri
Rekomendasi
OpenAI: Pengguna ChatGPT...
OpenAI: Pengguna ChatGPT Hasilkan Lebih dari 700 Juta Gambar dalam Sepekan
Pemakaman Ray Sahetapy...
Pemakaman Ray Sahetapy Diselimuti Suasana Haru, Tangis Keluarga Tak Terbendung
Siapa Sultan Hassanal...
Siapa Sultan Hassanal Bolkiah? Raja Brunei yang Punya Koleksi Ribuan Mobil
Pemain Timnas Indonesia...
Pemain Timnas Indonesia U-17 Diminta Tidak Terintimidasi Reputasi Korea Selatan
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia di Taipei Open 2025, Debut Apriyani/Febi dan Verrell/Lisa
Sinopsis Sinetron Preman...
Sinopsis Sinetron Preman Pensiun 9 Eps 35: Saatnya Perang Dimulai Kembali
Berita Terkini
Ducati Desmo450 MX Mesin...
Ducati Desmo450 MX Mesin 1 Silender 449cc dengan Bobot Ringan
55 menit yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Bakal Kubur Niat Orang Beli Mobil Baru
1 jam yang lalu
BYD Salip Tesla di Eropa,...
BYD Salip Tesla di Eropa, Penjualan di Q1 2025 Naik 60 Persen
3 jam yang lalu
Toyota GR Supra Final...
Toyota GR Supra Final Edition Bakal Jadi Model Perpisahan
3 jam yang lalu
Jadi Sasaran Serangan,...
Jadi Sasaran Serangan, Pabrik Tesla Sediakan Tempat Bersembunyi Karyawan
5 jam yang lalu
Kanada Balas Trump dengan...
Kanada Balas Trump dengan Tarif Baru untuk Mobil Buatan AS
7 jam yang lalu
Infografis
Yahya Sinwar Hilang,...
Yahya Sinwar Hilang, Israel Menduga Tewas tapi Tidak Punya Bukti
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved