Chery Gelontorkan 100 Miliar Yuan untuk Riset dan Pengembangan Produk
Rabu, 18 Oktober 2023 - 07:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Chery Diam-diam kembangkan Mobil MPV untuk Pasar Indonesia
Dalam kunjungan itu, SINDOnews melihat langsung proses produksi mobil dari mulai pengelasan (welding) hingga perakitan (assembling). Menariknya, hampir semua pekerjaan dilakukan oleh robot . Jumlah pekerja manusia sangat sedikit.
Robot-robot itu melakukan pekerjaannya secara berurutan. Dari mulai mencetak pelat bahan menjadi bagian-bagian bodi hingga mengelas menjadi bentuk dasar bodi mobil. Di bagian akhir pengelasan, baru ada pekerja yang melakukan pengecekan.
Setelah itu, bentuk dasar bodi mobil itu kemudian dipindah ke area perakitan. Lagi-lagi pekerjaan-pekerjaan itu juga banyak dilakukan dilakukan oleh robot. Dari mulai pemasangan bodi hingga roda. Pekerja manusia baru banyak di tahap pemasangan mesin dan interior mobil. Masing-masing pekerja mempunyai tugasnya masing-masing sehingga alur produksi mobil terus berjalan dengan cepat.
Setelah proses produksi selesai, mobil harus melalui pengecekan otomotis yang dilakukan AI. Dengan begitu, setiap mobil yang dihasilkan sesuai standar yang telah ditetapkan. Jika yang tidak sesuai standar, maka AI akan mendeteksinya dan pekerja akan segera memperbaikinya.
Menurut pegawai yang mendampingi kunjungan, para pekerja di pabrik Chery juga bukan orang sembarangan. Mereka adalah lulusan pendidikan profesional.
Gunakan Robot dan AI untuk Produksi
Tekad kuat Chery dalam mewujudkan keinginannya bisa dilihat dalam produksinya. SINDOnews dan sejumlah media serta konsumen yang menghadiri Chery International User Summit 2023 diajak melihat langsung proses produksi mobil di Intelligent Connected Mega Factory Chery Automobile di Wuhu, China, Selasa (17/10/2023). Dalam setahun pabrik ini mampu memproduksi sekitar 300.000 unit mobil.Dalam kunjungan itu, SINDOnews melihat langsung proses produksi mobil dari mulai pengelasan (welding) hingga perakitan (assembling). Menariknya, hampir semua pekerjaan dilakukan oleh robot . Jumlah pekerja manusia sangat sedikit.
Robot-robot itu melakukan pekerjaannya secara berurutan. Dari mulai mencetak pelat bahan menjadi bagian-bagian bodi hingga mengelas menjadi bentuk dasar bodi mobil. Di bagian akhir pengelasan, baru ada pekerja yang melakukan pengecekan.
Setelah itu, bentuk dasar bodi mobil itu kemudian dipindah ke area perakitan. Lagi-lagi pekerjaan-pekerjaan itu juga banyak dilakukan dilakukan oleh robot. Dari mulai pemasangan bodi hingga roda. Pekerja manusia baru banyak di tahap pemasangan mesin dan interior mobil. Masing-masing pekerja mempunyai tugasnya masing-masing sehingga alur produksi mobil terus berjalan dengan cepat.
Setelah proses produksi selesai, mobil harus melalui pengecekan otomotis yang dilakukan AI. Dengan begitu, setiap mobil yang dihasilkan sesuai standar yang telah ditetapkan. Jika yang tidak sesuai standar, maka AI akan mendeteksinya dan pekerja akan segera memperbaikinya.
Menurut pegawai yang mendampingi kunjungan, para pekerja di pabrik Chery juga bukan orang sembarangan. Mereka adalah lulusan pendidikan profesional.
(msf)
Lihat Juga :