BYD Tegaskan Indonesia Tak Bisa Menolak Penggunaan Mobil Listrik

Selasa, 05 Desember 2023 - 18:14 WIB
loading...
BYD Tegaskan Indonesia...
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao dan Head of Marketing & Communication Luther T. Panjaitan saat kunjungi SINDOnews, Selasa (5/12/2023). FOTO/ DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - Produsen otomotif asal China, BYD , siap meramaikan industri otomotif Indonesia, terutama di segmen elektrifikasi pada tahun depan. Bahkan BYD pastikan Indonesia tak bisa menghindari penggunaan mobil ev.

BACA JUGA - BYD Pastikan Akan Luncurkan Mobil Listrik Tahun Depan

Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, mengatakan, begitu tren mobil listrik memasuki suatu negara, maka tidak ada yang bisa membendungnya.

"Jika kita bicara mengenai elektrifikasi di mobil, kita bisa kembali ke 15 tahun lalu waktu Apple mengeluarkan iPhone. Saat iPhone keluar sebagian orang merasa kesulitan, seperti baterai yang cepat habis. Hal ini sama seperti mobil listrik" kata Eagle Zhao saat berkunjung ke redaksi SINDOnews, Jakarta Selasa (5/12/2023).

Namun, dengan cepat orang mulai beralih menggunakan ponsel pintar karena punya fitur yang banyak dan memudahkan dalam keseharian.

Melihat kejadian tersebut Zhao percaya masa depan EV ralatif juga akan sama. Saat ini mungkin belum banyak orang Indonesia yang pakai mobil listrik, tapi perlahan pasarnya akan makin terbuka.

"Di China awal kemunculan mobil listrik sama seperti di Indonesia, warga China dengan berbagai alasan tidak langsung menerima mobil listrik. Dan percayalah Indonesia tak bisa menghindarai inovasi kendaraan Ev" ujar Eagle Zhao.

Sebenarnya, BYD sudah hadir di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir yang memulai bisnisnya di transportasi umum. Bus listrik buatan BYD menjadi armada TransJakarta yang sudah mengaspal sejak 2018.

“Memang BYD selalu memulai dengan public transportation. Bahkan sampai saat ini kita masih melakukan study untuk melihat market,” ujar Zhou.

“Secara penjualan global BYD tahun lalu sudah cukup baik, bahkan pada kuartal ketiga kita sudah mencapai 2,6 juta unit. Di mana kami memprediksi dalam akhir tahun ini bisa mencapai 3 juta di atas 6 persen,” ungkapnya.

Namun, Zhou belum mau mengungkapkan produk apa yang akan dibawa oleh BYD untuk ditawarkan kepada konsumen Indonesia. Ia menegaskan untuk melihat dahulu seperti apa pasar yang berkembang di Tanah Air setelah memperkenalkan teknologinya.

“Untuk produk yang akan kami bawa, kita punya bentangan yang cukup luas, mulai dari Seagull sampai Yangwang U8 untuk segmen premium. Untuk Indonesia yang paling penting menunjukkan dulu teknologi BYD sebagai hal pertama,” ucapnya.

Secara global, BYD memiliki banyak model mobil listrik dan hybrid, seperti Atto 3, Dolphin, Seagull, Seal, Tang, Song, hingga bus listrik. Namun, BYD bukan hanya fokus pada otomotif, tapi ini merupakan perusahaan teknologi.

Mayoritas bergerak dalam bidang penyediaan perangkat elektronik, otomotif adalah salah satunya di bawah naungan BYD AUTO.

BYD AUTO juga sejauh ini menjadi pabrikan mobil yang memiliki fasilitas produksi baterai mandiri, dan menjadi terbesar kedua.

“Memang kami adalah perusahaan otomotif terbesar untuk kendaraan NEV (New Energy Vehicle), dan perusahaan kedua untuk perusahaan baterai. Sehingga penting bagi kami untuk memperkenalkan terlebih dahulu teknologi kami, baru kami bisa menyesuaikan produk mana yang cocok untuk konsumen Indonesia,” kata Zhou.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BYD Salip Tesla di Eropa,...
BYD Salip Tesla di Eropa, Penjualan di Q1 2025 Naik 60 Persen
Kanada Protes Soal Tarif...
Kanada Protes Soal Tarif Impor Otomotif AS, Ini Alasannya
Tarif Impor Trump Jadi...
Tarif Impor Trump Jadi Mimpi Buruk Industri Otomotif China
CEO XPENG: Mobil Terbang...
CEO XPENG: Mobil Terbang Akan Lebih Banyak Dibeli Dibandingkan Kendaraan Listrik
Porsche Luncurkan Proyek...
Porsche Luncurkan Proyek Percontohan Daur Ulang Baterai Tegangan Tinggi
Tantangan Produsen Mobil...
Tantangan Produsen Mobil Listrik China di Asia Tenggara: Realitas vs. Ambisi
Pabrik Hyundai di Georgia...
Pabrik Hyundai di Georgia Siap Produksi Ioniq 9 Tepat Waktu
Skywell Hadirkan Mobil...
Skywell Hadirkan Mobil Listrik China Pertama di Inggris
China Siap Aliri Energi...
China Siap Aliri Energi dari Luar Angkasa ke Mobil Listrik
Rekomendasi
Jadi Senjata China Lawan...
Jadi Senjata China Lawan Tarif Impor, AS Bidik 140 Perusahaan Chip
Mantan Penerjun Payung...
Mantan Penerjun Payung Milier Siap Ukir Sejarah di Arena Tinju Bare Knuckle
Ditampar Tarif Impor...
Ditampar Tarif Impor Baru Trump, IHSG Diramal Ambruk Lagi ke 6.150
Update Arus Balik Lebaran,...
Update Arus Balik Lebaran, Jalur Pantura Cirebon Macet Parah
Prabowo Melayat Uskup...
Prabowo Melayat Uskup Emeritus Mgr Petrus Turang di Gereja Katedral
Mathew Baker Target...
Mathew Baker Target Lolos Fase Grup Piala Asia U-17 dan Jaga Clean Sheet
Berita Terkini
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Diberlakukan, Hyundai Menang Telak
1 jam yang lalu
Ducati Desmo450 MX Mesin...
Ducati Desmo450 MX Mesin 1 Silender 449cc dengan Bobot Ringan
3 jam yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Bakal Kubur Niat Orang Beli Mobil Baru
4 jam yang lalu
BYD Salip Tesla di Eropa,...
BYD Salip Tesla di Eropa, Penjualan di Q1 2025 Naik 60 Persen
5 jam yang lalu
Toyota GR Supra Final...
Toyota GR Supra Final Edition Bakal Jadi Model Perpisahan
5 jam yang lalu
Jadi Sasaran Serangan,...
Jadi Sasaran Serangan, Pabrik Tesla Sediakan Tempat Bersembunyi Karyawan
7 jam yang lalu
Infografis
Trump Ingin Relokasi...
Trump Ingin Relokasi Warga Gaza ke Indonesia, Kemlu: Tak Dapat Diterima!
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved