Bermodalkan Alat Sederhana, 3 Orang Ini Bobol Mobil Tesla
Selasa, 02 Januari 2024 - 18:54 WIB
loading...
Alat sederhana yang dipakai membobol mobil listrik Tesla. (Foto: Cybernews)
A
A
A
JAKARTA - Tiga peneliti Technische Universität Berlin berhasil meretas mobil listrik Tesla yang diklaim memiliki sistem keamanan terkuat di dunia, bermodalkan alat sederhana seharga Rp10 jutaan.
Mereka adalah Christian Werling, Niclas Kühnapfel, dan Hans-Niklas Jacob. “Apa yang kami tunjukkan hari ini adalah dengan serangan injeksi kesalahan tegangan kekayaan intelektual Tesla dapat terancam,” kata mereka dilansir dari Cybernews, Selasa (2/1/2024).
Cara mereka meretas mobil Tesla adalah dengan menginduksi penurunan tegangan singkat selama dua detik sebesar 560 milivolt dan mengakarkan papan sirkuit autopilot Tesla berbasis ARM64.
Kesalahan tegangan yang terjadi memungkinkan para peneliti mengekstrak kode arbitrer dan data pengguna dari sistem, termasuk kunci kriptografi dan bagian penting sistem, sehingga memungkinkan merekonstruksi cara kerjanya. Mereka bahkan memperoleh akses ke video dengan koordinat GPS padahal telah dihapus oleh pemilik kendaraan sebelumnya.
Baca Juga: Ini Cara Hacker 19 Tahun Retas 25 Mobil Listrik Tesla dengan Mudah
Dengan cara ini para peneliti juga mampu memahami data mana yang dikumpulkan Tesla untuk melatih AI-nya dan data mana yang diabaikan.
Mereka juga berhasil mengaktifkan Mode Elon . Yaitu, fitur self-driving rahasia hands-free. Mode eksekutif ini memungkinkan Tesla mengemudi sendiri tanpa masukan atau pemantauan apa pun dari pengemudi. Mode ini ditemukan oleh @greentheonly pada Juni 2023, yang menguji mode tersebut. Tak cukup sampai di situ, fitur premium Tesla juga bisa diaktifkan secara gratis.
Mereka adalah Christian Werling, Niclas Kühnapfel, dan Hans-Niklas Jacob. “Apa yang kami tunjukkan hari ini adalah dengan serangan injeksi kesalahan tegangan kekayaan intelektual Tesla dapat terancam,” kata mereka dilansir dari Cybernews, Selasa (2/1/2024).
Cara mereka meretas mobil Tesla adalah dengan menginduksi penurunan tegangan singkat selama dua detik sebesar 560 milivolt dan mengakarkan papan sirkuit autopilot Tesla berbasis ARM64.
Kesalahan tegangan yang terjadi memungkinkan para peneliti mengekstrak kode arbitrer dan data pengguna dari sistem, termasuk kunci kriptografi dan bagian penting sistem, sehingga memungkinkan merekonstruksi cara kerjanya. Mereka bahkan memperoleh akses ke video dengan koordinat GPS padahal telah dihapus oleh pemilik kendaraan sebelumnya.
Baca Juga: Ini Cara Hacker 19 Tahun Retas 25 Mobil Listrik Tesla dengan Mudah
Dengan cara ini para peneliti juga mampu memahami data mana yang dikumpulkan Tesla untuk melatih AI-nya dan data mana yang diabaikan.
Mereka juga berhasil mengaktifkan Mode Elon . Yaitu, fitur self-driving rahasia hands-free. Mode eksekutif ini memungkinkan Tesla mengemudi sendiri tanpa masukan atau pemantauan apa pun dari pengemudi. Mode ini ditemukan oleh @greentheonly pada Juni 2023, yang menguji mode tersebut. Tak cukup sampai di situ, fitur premium Tesla juga bisa diaktifkan secara gratis.
Lihat Juga :