Canggih, Helm Ini Deteksi Guncangan untuk Jaga Keamanan Otak Pengemudi
Sabtu, 13 April 2024 - 11:10 WIB
loading...
A
A
A
Saat pemakai terguncang ke atas dan ke bawah ketika mengemudikan rig, sensor berulang kali mengalami deformasi, dan dengan demikian menghasilkan sinyal. Tegangan dan frekuensi sinyal tersebut direlay ke modul pemancar yang dikenakan di badan, yang kemudian mengirimkan informasi tersebut ke komputer.
Perangkat lunak pada komputer menganalisis data dan memberi tahu pengguna jika guncangan dianggap telah mencapai tingkat berbahaya. Mereka kemudian dapat istirahat atau menambahkan elemen peredam ke kursi.
Sangat penting bagi pengguna untuk melakukan sesuatu, karena guncangan tubuh yang berlebihan dan berkepanjangan dapat secara serius merusak otak, tulang belakang, dan mata. Faktanya, peralatan penginderaan tersebut juga dapat digunakan saat mendesain kendaraan konstruksi, memungkinkan guncangan untuk dideteksi dan diperbaiki sebelum kendaraan tersebut mencapai produksi.
Baca Juga: 4 Cara Merawat Helm Agar Lebih Awet
"Getaran seluruh tubuh yang dialami pengemudi alat berat mencapai nilai akselerasi rata-rata 0,2 m/s² hingga 1,5 m/s²; nilai puncak bisa jauh lebih tinggi. Sensor helm kami memudahkan untuk mengukur beban getaran secara tepat dalam operasi sehari-hari. Perlindungan kesehatan dapat ditingkatkan secara signifikan atas dasar ini," kata ahli elektromekanik Fraunhofer Björn Seipel.
Perangkat lunak pada komputer menganalisis data dan memberi tahu pengguna jika guncangan dianggap telah mencapai tingkat berbahaya. Mereka kemudian dapat istirahat atau menambahkan elemen peredam ke kursi.
Sangat penting bagi pengguna untuk melakukan sesuatu, karena guncangan tubuh yang berlebihan dan berkepanjangan dapat secara serius merusak otak, tulang belakang, dan mata. Faktanya, peralatan penginderaan tersebut juga dapat digunakan saat mendesain kendaraan konstruksi, memungkinkan guncangan untuk dideteksi dan diperbaiki sebelum kendaraan tersebut mencapai produksi.
Baca Juga: 4 Cara Merawat Helm Agar Lebih Awet
"Getaran seluruh tubuh yang dialami pengemudi alat berat mencapai nilai akselerasi rata-rata 0,2 m/s² hingga 1,5 m/s²; nilai puncak bisa jauh lebih tinggi. Sensor helm kami memudahkan untuk mengukur beban getaran secara tepat dalam operasi sehari-hari. Perlindungan kesehatan dapat ditingkatkan secara signifikan atas dasar ini," kata ahli elektromekanik Fraunhofer Björn Seipel.
(msf)
Lihat Juga :