Ngirit, VinFast Gandeng Startup Otomotif Otoklix untuk Servis Kendaraan Listrik
Rabu, 10 Juli 2024 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
"Salah satu masalah krusial bagi investor global yang tertarik pada pasar kendaraan listrik di Indonesia adalah kejelasan regulasi tentang penjualan listrik komersial," kata Martin. Saat ini, semua penjualan listrik komersial harus melalui PLN, yang dapat menjadi tantangan bagi penyedia stasiun pengisian pihak ketiga.
Otoklix telah mengambil langkah proaktif dengan berinvestasi dalam pelatihan dan infrastruktur kendaraan listrik. Mereka telah meluncurkan akademi khusus untuk melatih mekanik dalam semua aspek layanan kendaraan listrik, termasuk perawatan baterai dan manajemen perangkat lunak.
Martin menjelaskan, "di akademi kami, kami mengajarkan bahwa melayani kendaraan listrik bukan hanya tentang aspek mekanis, tetapi juga tentang perangkat lunak dan komponen listrik, terutama baterai. Ini membutuhkan keterampilan teknis dan praktik keselamatan yang tepat."
Martin juga memberikan pandangan mengenai bagaimana investor global seharusnya memikirkan masa depan pengisian baterai versus pertukaran baterai di Indonesia.
Salah satu masalah krusial bagi investor global yang tertarik pada pasar kendaraan listrik di Indonesia adalah kejelasan regulasi tentang penjualan listrik komersial. Saat ini, semua penjualan listrik komersial harus melalui PLN, perusahaan listrik negara Indonesia yang dapat menjadi tantangan bagi penyedia stasiun pengisian pihak ketiga.
“Stasiun pertukaran baterai memerlukan investasi modal yang besar dalam infrastruktur. Saat ini, NIO di China adalah contoh nyata di mana investasi besar telah dilakukan dalam teknologi ini. Awalnya, Tesla mempertimbangkan pendekatan ini tetapi mengurungkan niat karena biaya tinggi,” ungkapnya.
Otoklix telah mengambil langkah proaktif dengan berinvestasi dalam pelatihan dan infrastruktur kendaraan listrik. Mereka telah meluncurkan akademi khusus untuk melatih mekanik dalam semua aspek layanan kendaraan listrik, termasuk perawatan baterai dan manajemen perangkat lunak.
Martin menjelaskan, "di akademi kami, kami mengajarkan bahwa melayani kendaraan listrik bukan hanya tentang aspek mekanis, tetapi juga tentang perangkat lunak dan komponen listrik, terutama baterai. Ini membutuhkan keterampilan teknis dan praktik keselamatan yang tepat."
Martin juga memberikan pandangan mengenai bagaimana investor global seharusnya memikirkan masa depan pengisian baterai versus pertukaran baterai di Indonesia.
Salah satu masalah krusial bagi investor global yang tertarik pada pasar kendaraan listrik di Indonesia adalah kejelasan regulasi tentang penjualan listrik komersial. Saat ini, semua penjualan listrik komersial harus melalui PLN, perusahaan listrik negara Indonesia yang dapat menjadi tantangan bagi penyedia stasiun pengisian pihak ketiga.
“Stasiun pertukaran baterai memerlukan investasi modal yang besar dalam infrastruktur. Saat ini, NIO di China adalah contoh nyata di mana investasi besar telah dilakukan dalam teknologi ini. Awalnya, Tesla mempertimbangkan pendekatan ini tetapi mengurungkan niat karena biaya tinggi,” ungkapnya.
Lihat Juga :