Penjualan Mobil Anjlok, Wapres Ma'ruf Amin Malah Singgung TKDN Bukan Insentif

Jum'at, 19 Juli 2024 - 07:56 WIB
loading...
Penjualan Mobil Anjlok,...
Wapres Ma’ruf Amin saat berkunjung ke booth Hyundai dan melihat langsung produk EV Hyundai yang variatif, salah satunya all-new Kona Electric. Foto: Hyundai Indonesia
A A A
ICE BSD - Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), Ma'ruf Amin, memberi semangat kepada industri otomotif Indonesia yang mengalami penurunan pada semester pertama 2024.

Wapres menekankan pentingnya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk membuat harga mobil lebih terjangkau dan mendongkrak penjualan.

“Dorong efisiensi produksi dan optimalkan pemakaian komponen lokal dengan perluas keterlibatan industri kecil dan menengah. Jadikan ajang ini (GIIAS) sebagai katalis kemitraan industri kecil dan menengah,” ungkap Ma'ruf Amin.

Tantangan Industri Otomotif

Penjualan Mobil Anjlok, Wapres Ma'ruf Amin Malah Singgung TKDN Bukan Insentif

Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (kiri) bersama Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia menaiki all-new Kona Electric. Pabrikan otomotif menantikan dukungan berupa insentif pajak dari pemerintah Indonesia. Foto: Hyundai Indonesia

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penurunan penjualan mobil sebesar 19,4% pada semester pertama 2024.

Penjualan mobil secara wholesales atau pengiriman dari pabrik ke dealer sepanjang Januari sampai dengan Juni 2024 tercatat hanya sebanyak 408.012 unit dibanding periode sama tahun sebelumnya 506.427 unit.

Namun, harapan masih ada untuk membangkitkan industri ini melalui kerja sama semua pihak, termasuk produsen mobil dan pemerintah.

“Saya berharap dengan adanya GIIAS ini bisa menambah animo masyarakat untuk datang melihat, tujuan utamanya bisa meng-update mereka dari yang namanya teknologi mutakhirnya. Tentunya mereka (bisa) lebih banyak mengkonsumsi atau membeli mobil, sehingga market Indonesia nggak terlalu jelek. Semoga bulan Juli (penjualan) bisa bagus,” ungkap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo.

GIIAS 2024 diharapkan jadi momentum untuk mendongkrak penjualan mobil di Indonesia. Dengan hadirnya banyak mobil baru, merek-merek baru, dan teknologi terbaru, diharapkan masyarakat akan lebih tertarik untuk membeli mobil.



Untuk diketahui, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) adalah persentase komponen yang digunakan dalam suatu produk yang berasal dari dalam negeri. Pemerintah Indonesia telah menetapkan aturan TKDN untuk berbagai sektor industri, termasuk otomotif. Ini sesuai dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2014.

Tujuan TKDN untuk mendorong penggunaan komponen lokal, meningkatkan daya saing industri dalam negeri, dan menciptakanlapangankerja.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
GIIAS Pindah ke PIK,...
GIIAS Pindah ke PIK, ICE BSD Terlalu Sempit?
GIIAS Bakal Pindah ke...
GIIAS Bakal Pindah ke PIK? Ini Jawaban Resmi Gaikindo
GIIAS 2024 Cetak Rekor...
GIIAS 2024 Cetak Rekor Fantastis: Tembus Rp20 Triliun, Jual 40 Ribu Mobil
Meluncur di GIASS 2024,...
Meluncur di GIASS 2024, Toyota Hilux Rangga Segera Dipasarkan
Serba-serbi GIIAS Bandung...
Serba-serbi GIIAS Bandung 2024, Ada Banyak Program Menarik
Meluncur di GIIAS 2024,...
Meluncur di GIIAS 2024, Chery Tergetkan Penjualan Tiggo 8 Capai 500 Unit
Penjualan Mobil Sulit...
Penjualan Mobil Sulit Tembus 1 Juta Unit di 2024, Toyota Beberkan Alasannya
Laris Manis, Mitsubishi...
Laris Manis, Mitsubishi All New Triton Terjual 1.000 Unit
VinFast Gencar Sasar...
VinFast Gencar Sasar Pasar Mobil Listrik di Kota-Kota Besar, Surabaya Jadi Target Terbaru
Rekomendasi
10 Kapolda Belum Genap...
10 Kapolda Belum Genap Sebulan Duduki Jabatannya, 2 di Antaranya Irjen Polisi Berpengalaman
Perang Dagang Mencekam,...
Perang Dagang Mencekam, China Balas Tarif Impor 34% untuk Semua Barang dari AS
Pangeran William Sewa...
Pangeran William Sewa Pengacara Perceraian, Rumah Tangga dengan Kate Middleton Retak?
Abu Ubaidah: Tawanan...
Abu Ubaidah: Tawanan dalam Bahaya jika Israel Menolak Negosiasi
Red Sparks Comeback...
Red Sparks Comeback Berkat Megawati Hangestri! Ini Profil Pendidikan Sang Bintang Voli Dunia
Raja Charles III Diminta...
Raja Charles III Diminta Turun Takhta dan Menyerahkan Mahkota ke Pangeran William
Berita Terkini
Lotus Memperkenalkan...
Lotus Memperkenalkan Struktur Baru untuk Eletre dan Emeya
4 jam yang lalu
Industri Otomotif Bakal...
Industri Otomotif Bakal Sekarat, Ini Risiko yang Mengintai AS Terkait Tarif Impor
11 jam yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Diberlakukan, Hyundai Menang Telak
13 jam yang lalu
Ducati Desmo450 MX Mesin...
Ducati Desmo450 MX Mesin 1 Silender 449cc dengan Bobot Ringan
15 jam yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Bakal Kubur Niat Orang Beli Mobil Baru
16 jam yang lalu
BYD Salip Tesla di Eropa,...
BYD Salip Tesla di Eropa, Penjualan di Q1 2025 Naik 60 Persen
17 jam yang lalu
Infografis
Bukan Indonesia, Trump...
Bukan Indonesia, Trump Minta Pindahkan Warga Gaza ke Negara ini
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved