Jangan Ngebut Terobos Genangan Air! Mobil Bisa K.O Kena Water Hammer
Rabu, 12 Februari 2025 - 06:27 WIB
loading...
Water hammer merupakan risiko paling berbahaya karena dapat membuat komponen di dalam mesin jebol. Foto: Gemini
A
A
A
JAKARTA - Hujan deras mengguyur wilayah Indonesia belakangan ini yang menyebabkan beberapa daerah tergenang banjir. Kondisi ini juga bisa membahayakan bagi pengendara motor maupun mobil karena bisa menghantam lubang yang tertutup genangan air.
Lubang yang ada di jalan bisa terkamuflase oleh genangan air yang berbahaya, khususnya bagi pengendara motor. Sementara untuk pengendara mobil bisa mengalami pecah ban akibat menghantam lubang.
Genangan air dapat pula muncul di jalan yang sistem drainasenya bermasalah sehingga limpahan air hujan tidak bisa masuk selokan pembuangan air. Meskipun sporadis dan umumnya tidak terlalu tinggi, pengendara wajib mewaspadai keberadaan genangan air.
Water hammer merupakan risiko paling berbahaya karena dapat membuat komponen di dalam mesin jebol. Pengendara bisa terlibat kecelakaan, seperti mobil terperosok ke dalam lubang atau menabrak kendaraan lain di depan yang mogok.
Jalan terbaik adalah pengendara harus menghindari jalan yang tergenang air. Apabila terpaksa melewati genangan air, pelajari kondisi genangan air dengan memperhatikan patokan yang mudah terlihat seperti tinggi trotoar atau tanggul jalan.
Ketinggian sekitar setengah ban mobil masih aman untuk dilalui. Waspada arus kencang atau jalan berlubang. Biasanya, area bahu jalan yang dekat saluran air lebih tinggi genangan airnya untuk itu hindari area tersebut.
Jalankan mobil secara perlahan dan jangan bermain ponsel agar tetap fokus. Injak pedal ga secara halus dan jaga di putaran mesin sekitar 2.000 rpm. Untuk mobil manual, pertahankan transmisi di gigi 1, sementara mobil matik bisa pindahkan ke mode manual dan pilih gigi 1.
Lubang yang ada di jalan bisa terkamuflase oleh genangan air yang berbahaya, khususnya bagi pengendara motor. Sementara untuk pengendara mobil bisa mengalami pecah ban akibat menghantam lubang.
Genangan air dapat pula muncul di jalan yang sistem drainasenya bermasalah sehingga limpahan air hujan tidak bisa masuk selokan pembuangan air. Meskipun sporadis dan umumnya tidak terlalu tinggi, pengendara wajib mewaspadai keberadaan genangan air.
Water hammer merupakan risiko paling berbahaya karena dapat membuat komponen di dalam mesin jebol. Pengendara bisa terlibat kecelakaan, seperti mobil terperosok ke dalam lubang atau menabrak kendaraan lain di depan yang mogok.
Jalan terbaik adalah pengendara harus menghindari jalan yang tergenang air. Apabila terpaksa melewati genangan air, pelajari kondisi genangan air dengan memperhatikan patokan yang mudah terlihat seperti tinggi trotoar atau tanggul jalan.
Ketinggian sekitar setengah ban mobil masih aman untuk dilalui. Waspada arus kencang atau jalan berlubang. Biasanya, area bahu jalan yang dekat saluran air lebih tinggi genangan airnya untuk itu hindari area tersebut.
Jalankan mobil secara perlahan dan jangan bermain ponsel agar tetap fokus. Injak pedal ga secara halus dan jaga di putaran mesin sekitar 2.000 rpm. Untuk mobil manual, pertahankan transmisi di gigi 1, sementara mobil matik bisa pindahkan ke mode manual dan pilih gigi 1.
Lihat Juga :