Perang Saudara Mobil Listrik vs Plug-in Hybrid di China, Siapa Pemenangnya?
Rabu, 17 September 2025 - 20:18 WIB
loading...
A
A
A
Angin Perubahan Telah Tiba
Kini, "pesta" bagi para PHEV akan segera berakhir. Pada April 2025, pemerintah China mengusulkan revisi aturan yang akan mengubah segalanya. "Rumus ajaib" yang lama akan diganti dengan yang baru dan jauh lebih realistis, sejalan dengan apa yang sudah diterapkan di Eropa dan Amerika Serikat.Di bawah aturan baru ini, PHEV dengan jangkauan listrik 100 km yang sama kini hanya akan dianggap berjalan 65% menggunakan listrik, bukan lagi 80%. Perubahan ini secara drastis akan mengurangi "nilai" PHEV sebagai alat pemenuhan regulasi bagi para produsen.
Langkah ini adalah sinyal kuat bahwa pemerintah China mulai menyadari bahwa "doping" regulasi ini telah menciptakan distorsi di pasar. Mereka kini mulai menarik kembali hak-hak istimewa sang "anak manja".
Akhir dari Era Anak Emas?
Tanda-tanda pergeseran sudah mulai terlihat. Pada paruh pertama tahun 2025, untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, pangsa pasar PHEV di pasar kendaraan listrik China justru turun dari 41% menjadi 38%."Perang saudara" di dunia mobil listrik kini memasuki babak baru yang lebih adil. Era di mana PHEV dianakemaskan oleh regulasi akan segera berakhir.
Masa depan pasar mobil listrik, baik di China maupun di seluruh dunia, kini akan ditentukan di atas medan pertempuran yang lebih setara—di mana inovasi sejati dan preferensi konsumen, bukan lagi sekadar celah regulasi, yang akan menjadi penentukemenangan.
(dan)
Lihat Juga :