Dari Transaksi Digital ke Hutan Rimbun: AstraPay Tanam 5.000 Pohon di Garut
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 13:56 WIB
loading...
AstraPay melakukan CSR berupa penanaman 5.000 pohon di kawasan Garut. Foto: Astra
A
A
A
GARUT - Di lereng perbukitan Desa Jayamekar, Garut, Jawa Barat, pemandangan tak biasa tersaji pada 28 Oktober 2024 lalu. Para eksekutif dari raksasa digital AstraPay, yang biasanya berkutat dengan angka dan transaksi, kini berbaur dengan masyarakat lokal, sama-sama menancapkan cangkul ke tanah gembur.
Ini adalah peresmian "Hutan AstraPay", program ambisius di mana 5.000 bibit pohon ditanam sebagai janji untuk masa depan yang lebih hijau dan sejahtera.
Namun, di balik seremoni penandatanganan prasasti dan jajaran pejabat yang hadir, pertanyaan kritis menggantung: apakah ini langkah nyata menuju keberlanjutan, atau sekadar seremoni "cuci tangan hijau" (greenwashing) dari korporasi besar?
Artinya, di antara pohon-pohon kehutanan yang berfungsi sebagai paru-paru bumi, diselipkan pula tanaman produktif seperti alpukat dan kopi.
Strategi dua untung ini dirancang tidak hanya untuk reboisasi, tetapi juga untuk mengisi pundi-pundi masyarakat lokal saat panen tiba.
"Pendekatan agroforestri yang diterapkan mampu menjawab dua tantangan sekaligus: pelestarian ekosistem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Dr. Handian Purwawangsa dari IPB University, menegaskan validitas ilmiah di balik program ini.
Bagi AstraPay, program ini adalah upaya menerjemahkan jutaan transaksi digital menjadi dampak nyata di lapangan. Inisiatif ini merupakan bagian dari pilar CSR mereka, "APA AJA Bi5aaaaa Hijau", dan menjadi langkah konkret dalam komitmen carbon offset atau tebus karbon.
"Hutan AstraPay merupakan langkah konkret kami dalam mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat," ungkap Reny Futsy Yama, Chief Marketing Officer AstraPay.
Dukungan pun datang dari berbagai lini Grup Astra, termasuk FIFGROUP, serta jajaran pejabat dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutanan Garut, yang turut hadir dalam peresmian.
Menanam 5.000 pohon adalah langkah yang patut diapresiasi. Namun, ujian sesungguhnya bagi "Hutan AstraPay" bukanlah pada hari penanaman, melainkan lima hingga sepuluh tahun dari sekarang.
"Program ini menjadi laboratorium hidup bagi siswa kami untuk belajar langsung tentang agroforestri dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan," kata Taopik Hidayat, Wakil Kepala SMKN 4 Garut.
Ini adalah peresmian "Hutan AstraPay", program ambisius di mana 5.000 bibit pohon ditanam sebagai janji untuk masa depan yang lebih hijau dan sejahtera.
Namun, di balik seremoni penandatanganan prasasti dan jajaran pejabat yang hadir, pertanyaan kritis menggantung: apakah ini langkah nyata menuju keberlanjutan, atau sekadar seremoni "cuci tangan hijau" (greenwashing) dari korporasi besar?
Pendekatan Agroforestri
Program yang digagas oleh AstraPay, dompet digital dari Grup Astra dengan lebih dari 16 juta pengguna, ini bukanlah sekadar menanam pohon lalu pergi. Bekerja sama dengan para ahli dari IPB University, mereka menerapkan pendekatan cerdas bernama agroforestri.Artinya, di antara pohon-pohon kehutanan yang berfungsi sebagai paru-paru bumi, diselipkan pula tanaman produktif seperti alpukat dan kopi.
Strategi dua untung ini dirancang tidak hanya untuk reboisasi, tetapi juga untuk mengisi pundi-pundi masyarakat lokal saat panen tiba.
"Pendekatan agroforestri yang diterapkan mampu menjawab dua tantangan sekaligus: pelestarian ekosistem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Dr. Handian Purwawangsa dari IPB University, menegaskan validitas ilmiah di balik program ini.
Bagi AstraPay, program ini adalah upaya menerjemahkan jutaan transaksi digital menjadi dampak nyata di lapangan. Inisiatif ini merupakan bagian dari pilar CSR mereka, "APA AJA Bi5aaaaa Hijau", dan menjadi langkah konkret dalam komitmen carbon offset atau tebus karbon.
"Hutan AstraPay merupakan langkah konkret kami dalam mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat," ungkap Reny Futsy Yama, Chief Marketing Officer AstraPay.
Dukungan pun datang dari berbagai lini Grup Astra, termasuk FIFGROUP, serta jajaran pejabat dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutanan Garut, yang turut hadir dalam peresmian.
Menanam 5.000 pohon adalah langkah yang patut diapresiasi. Namun, ujian sesungguhnya bagi "Hutan AstraPay" bukanlah pada hari penanaman, melainkan lima hingga sepuluh tahun dari sekarang.
Laboratorium Hidup dan Harapan Bersama
Di tengah skeptisisme yang wajar, program ini telah menumbuhkan harapan, terutama di sektor pendidikan. SMKN 4 Garut, yang turut menjadi mitra, melihat Hutan AstraPay sebagai sebuah kesempatan emas."Program ini menjadi laboratorium hidup bagi siswa kami untuk belajar langsung tentang agroforestri dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan," kata Taopik Hidayat, Wakil Kepala SMKN 4 Garut.
(dan)
Lihat Juga :