Lebar 2 Meter, Garansi 1 Juta Kilometer: Jetour T2 Mengubah Peta Perang SUV di GJAW 2025
Jum'at, 28 November 2025 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
Tenaga tersebut disalurkan ke empat roda melalui transmisi kopling ganda 7-percepatan (7DCT) besutan Magna.
Keunggulan teknis yang menjadi diferensiasi utama T2 adalah sistem penggerak X-WD (X-Wheel Drive) generasi keenam hasil kolaborasi dengan BorgWarner.
Berbeda dengan sistem 4x4 konvensional yang menuntut pengemudi memindahkan tuas transfer case (2H-4H-4L), X-WD bekerja secara otomatis dan cerdas.
Sistem ini mendistribusikan torsi dalam hitungan milidetik berdasarkan deteksi slip pada roda. Fitur Intelligent Limited-Slip Differential (eLSD) memungkinkannya mengunci tenaga saat menghadapi medan berat.
Pengemudi dimanjakan dengan enam mode berkendara: Eco, Standard, Rock, Sand, Snow, Sport, serta mode "X" yang secara otomatis membaca kondisi jalan.
Bagi konsumen urban Indonesia, ini adalah keseimbangan sempurna: kapabilitas off-road tanpa kerumitan teknis.
Strategi Harga: Menyerang dari Bawah
Di sinilah letak strategi disrupsi Jetour. Dalam ajang GJAW 2025, Jetour T2 dibanderol dengan harga pre-booking spesial Rp568.000.000 (untuk 500 konsumen pertama) dan harga normal Rp588.000.000 (OTR Jakarta).
"Secara dimensi dan spesifikasi, kendaraan ini bersaing langsung dengan SUV ladder-frame kelas atas, namun secara harga, ia berada di wilayah compact SUV atau low SUV varian tertinggi," ungkap Reza Arfi, pehobi offroad yang tampak sedang mencermati Jetour T2 di ajang GJAW 2025.
Strategi harga ini didukung oleh perakitan lokal (Completely Knocked Down / CKD), yang menekan biaya bea masuk sekaligus menunjukkan komitmen jangka panjang.
Kompetitor terdekatnya secara konsep, GWM Tank 300, dibanderol mulai Rp 598 juta hingga Rp 658 juta (varian diesel 4x4).
Sementara Suzuki Jimny 5-pintu, yang sering menjadi referensi gaya hidup, dijual di kisaranRp 478-Rp491 juta namun dengan dimensi dan tenaga yang jauh lebih kecil.
Jetour T2 masuk di celah manis: lebih murah dari Tank 300, namun jauh lebih fungsional dan bertenaga dibanding Jimny.
Respons Pasar: 300 Unit dalam Sepekan
Strategi ini terbukti jitu. Michael Budihardja, Sales Director PT Jetour Sales Indonesia, mengungkapkan bahwa hanya dalam satu minggu pameran, T2 telah mencatatkan 300 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).
"Per hari ini angkanya sudah mencapai 300 dan akan terus bertambah. Antusiasme konsumen menunjukkan bahwa T2 memiliki daya tarik besar sebagai SUV tangguh yang menjawab kebutuhan masyarakat modern," ujar Michael di ICE BSD, Kamis (28/11/2025).
Keunggulan teknis yang menjadi diferensiasi utama T2 adalah sistem penggerak X-WD (X-Wheel Drive) generasi keenam hasil kolaborasi dengan BorgWarner.
Berbeda dengan sistem 4x4 konvensional yang menuntut pengemudi memindahkan tuas transfer case (2H-4H-4L), X-WD bekerja secara otomatis dan cerdas.
Sistem ini mendistribusikan torsi dalam hitungan milidetik berdasarkan deteksi slip pada roda. Fitur Intelligent Limited-Slip Differential (eLSD) memungkinkannya mengunci tenaga saat menghadapi medan berat.
Pengemudi dimanjakan dengan enam mode berkendara: Eco, Standard, Rock, Sand, Snow, Sport, serta mode "X" yang secara otomatis membaca kondisi jalan.
Bagi konsumen urban Indonesia, ini adalah keseimbangan sempurna: kapabilitas off-road tanpa kerumitan teknis.
Strategi Harga: Menyerang dari Bawah
![Lebar 2 Meter, Garansi 1 Juta Kilometer: Jetour T2 Mengubah Peta Perang SUV di GJAW 2025]()
Di sinilah letak strategi disrupsi Jetour. Dalam ajang GJAW 2025, Jetour T2 dibanderol dengan harga pre-booking spesial Rp568.000.000 (untuk 500 konsumen pertama) dan harga normal Rp588.000.000 (OTR Jakarta)..jpg)
"Secara dimensi dan spesifikasi, kendaraan ini bersaing langsung dengan SUV ladder-frame kelas atas, namun secara harga, ia berada di wilayah compact SUV atau low SUV varian tertinggi," ungkap Reza Arfi, pehobi offroad yang tampak sedang mencermati Jetour T2 di ajang GJAW 2025.
Strategi harga ini didukung oleh perakitan lokal (Completely Knocked Down / CKD), yang menekan biaya bea masuk sekaligus menunjukkan komitmen jangka panjang.
Kompetitor terdekatnya secara konsep, GWM Tank 300, dibanderol mulai Rp 598 juta hingga Rp 658 juta (varian diesel 4x4).
Sementara Suzuki Jimny 5-pintu, yang sering menjadi referensi gaya hidup, dijual di kisaranRp 478-Rp491 juta namun dengan dimensi dan tenaga yang jauh lebih kecil.
Jetour T2 masuk di celah manis: lebih murah dari Tank 300, namun jauh lebih fungsional dan bertenaga dibanding Jimny.
Respons Pasar: 300 Unit dalam Sepekan
![Lebar 2 Meter, Garansi 1 Juta Kilometer: Jetour T2 Mengubah Peta Perang SUV di GJAW 2025]()
Strategi ini terbukti jitu. Michael Budihardja, Sales Director PT Jetour Sales Indonesia, mengungkapkan bahwa hanya dalam satu minggu pameran, T2 telah mencatatkan 300 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK)..jpg)
"Per hari ini angkanya sudah mencapai 300 dan akan terus bertambah. Antusiasme konsumen menunjukkan bahwa T2 memiliki daya tarik besar sebagai SUV tangguh yang menjawab kebutuhan masyarakat modern," ujar Michael di ICE BSD, Kamis (28/11/2025).
Lihat Juga :