Lebar 2 Meter, Garansi 1 Juta Kilometer: Jetour T2 Mengubah Peta Perang SUV di GJAW 2025
Jum'at, 28 November 2025 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
Menariknya, pesanan tak hanya datang dari ritel, tetapi juga segmen fleet perusahaan tambang yang membutuhkan kendaraan operasional tangguh.
Namun, konsumen harus sedikit bersabar. Michael memastikan pengiriman perdana baru akan dilakukan pada pekan ketiga Januari 2026.
Alasannya teknis dan krusial: Jetour sedang menginstalasi peralatan uji (tooling) khusus untuk sistem AWD di pabrik perakitannya pada akhir Desember 2025. "Kami harus memastikan Quality Control (QC) untuk sistem 4x4 ini sempurna sebelum unit sampai ke tangan konsumen," tegasnya.
Filosofi Travel+ dan Jaminan Purna Jual
Jetour tidak hanya menjual besi dan mesin, mereka menjual ekosistem melalui filosofi Travel+.
Ini diterjemahkan dalam ekspansi jaringan dealer yang agresif. Saat ini, 22 showroom telah beroperasi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, hingga Makassar.
Targetnya, tahun depan akan ada 40 jaringan 4S (Sales, Service, Spare parts, Survey) yang siap melayani.
Untuk menepis keraguan soal durabilitas mobil China, Jetour memberikan jaminan yang nyaris tidak masuk akal:
Garansi Kendaraan: 6 tahun (tanpa batasan kilometer).
Garansi Mesin: 10 tahun atau 1.000.000 kilometer.
Servis Gratis: 3 tahun (jasa dan suku cadang).
Layanan aftersales ini juga mencakup dukungan mekanik yang siap jemput bola jika konsumen mengalami kendala di medan off-road, dikoordinasikan melalui jaringan dealer terdekat.
Dengan memadukan performa mesin 2.0 TGDI, kecerdasan sistem X-WD, kekohan bodi baja, dan harga yang sangat kompetitif, Jetour T2 memaksa konsumen Indonesia untuk mendefinisikan ulang apa itu "kemewahan" dan "ketangguhan".
Bagi pabrikan Jepang, ini adalah alarm bahaya. Bagi konsumen, ini adalah kemenangan pilihan. Di tahun 2025, petualangan tidak lagi harus ditebus denganhargaselangit.
Namun, konsumen harus sedikit bersabar. Michael memastikan pengiriman perdana baru akan dilakukan pada pekan ketiga Januari 2026.
Alasannya teknis dan krusial: Jetour sedang menginstalasi peralatan uji (tooling) khusus untuk sistem AWD di pabrik perakitannya pada akhir Desember 2025. "Kami harus memastikan Quality Control (QC) untuk sistem 4x4 ini sempurna sebelum unit sampai ke tangan konsumen," tegasnya.
Filosofi Travel+ dan Jaminan Purna Jual
![Lebar 2 Meter, Garansi 1 Juta Kilometer: Jetour T2 Mengubah Peta Perang SUV di GJAW 2025]()
Jetour tidak hanya menjual besi dan mesin, mereka menjual ekosistem melalui filosofi Travel+.
Ini diterjemahkan dalam ekspansi jaringan dealer yang agresif. Saat ini, 22 showroom telah beroperasi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, hingga Makassar.
Targetnya, tahun depan akan ada 40 jaringan 4S (Sales, Service, Spare parts, Survey) yang siap melayani.
Untuk menepis keraguan soal durabilitas mobil China, Jetour memberikan jaminan yang nyaris tidak masuk akal:
Garansi Kendaraan: 6 tahun (tanpa batasan kilometer).
Garansi Mesin: 10 tahun atau 1.000.000 kilometer.
Servis Gratis: 3 tahun (jasa dan suku cadang).
Layanan aftersales ini juga mencakup dukungan mekanik yang siap jemput bola jika konsumen mengalami kendala di medan off-road, dikoordinasikan melalui jaringan dealer terdekat.
Sebuah Titik Balik
Kehadiran Jetour T2 di Indonesia adalah sinyal bahwa era SUV boxy yang canggih, tangguh, dan terjangkau telah tiba.Dengan memadukan performa mesin 2.0 TGDI, kecerdasan sistem X-WD, kekohan bodi baja, dan harga yang sangat kompetitif, Jetour T2 memaksa konsumen Indonesia untuk mendefinisikan ulang apa itu "kemewahan" dan "ketangguhan".
Bagi pabrikan Jepang, ini adalah alarm bahaya. Bagi konsumen, ini adalah kemenangan pilihan. Di tahun 2025, petualangan tidak lagi harus ditebus denganhargaselangit.
(dan)
Lihat Juga :