Data Terbaru Ungkap China Kehabisan Bahan Baku Baterai

Selasa, 30 Desember 2025 - 18:55 WIB
loading...
A A A
Kobalt berada dalam kondisi kritis. Data menunjukkan bahwa China sekarang tidak memiliki cadangan kobalt domestik yang dapat dieksploitasi secara ekonomis.

Ini berarti bahwa seluruh pasokan kobalt mentah untuk industri pemurnian Tiongkok berasal dari impor.

Fakta ini menjelaskan mengapa Tiongkok mengendalikan sebagian besar sektor pertambangan di Republik Demokratik Kongo, negara yang memproduksi sebagian besar kobalt dunia.

Sementara China mendominasi proses pemurnian global, bahan baku kobalt sepenuhnya bergantung pada negara asing.

Lebih dari setengah kendaraan listrik dunia diproduksi di China, dan negara tersebut mengendalikan sebagian besar proses pemurnian mineral baterai global.

Kurangnya cadangan domestik bukan berarti Tiongkok akan lumpuh dalam waktu dekat, tetapi hal itu menjelaskan strategi luar negerinya yang sangat agresif selama dekade terakhir.

Pada saat yang sama, China juga berinvestasi besar-besaran dalam daur ulang baterai melalui perusahaan seperti GEM, dengan memandang kendaraan listrik (EV) yang sudah habis masa pakainya sebagai sumber bahan baku baru atau penambangan perkotaan.

Dengan banyaknya EV di jalanan China, material seperti litium, nikel, dan kobalt dapat dipulihkan dalam skala besar di masa mendatang.

Tekanan ini juga mempercepat transisi ke kimia baterai alternatif seperti LFP dan ion natrium yang kurang bergantung pada nikel dan kobalt, terutama untuk kendaraan sehari-hari dan komersial
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
Kasus Mobil Listrik...
Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Rekomendasi
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Euforia Suporter Memuncak,...
Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Berita Terkini
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
Baterai Menyatu Rangka,...
Baterai Menyatu Rangka, Jok Jadi Kasur, Layar Dasbor 2.5K, Leapmotor B10 SUV China Rasa Eropa
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved