BMW Tegaskan Robot Humanoid Mendukung Pekerja, Bukan Gantikan Manusia

Senin, 02 Maret 2026 - 09:53 WIB
loading...
BMW Tegaskan Robot Humanoid...
BMW Tegaskan Robot Humanoid. Foto/ DAILY
A A A
BERLIN - BMW Group mengumumkan langkah baru yang cukup "berani" di dunia otomotif ketika mulai menguji penggunaan robot humanoid di fasilitas produksinya.

Namun, pesan utama yang ditekankan cukup jelas bahwa robot-robot ini bukan untuk menggantikan pekerja manusia, melainkan bertindak sebagai pendukung dalam tugas-tugas tertentu.

Langkah ini menandai dimulainya integrasi robot humanoid oleh BMW di pabrik mereka di Leipzig, Jerman.

Ini adalah salah satu upaya pertama oleh produsen Eropa untuk menggunakan robot humanoid secara langsung di jalur produksi nyata, bukan hanya uji laboratorium.

Bagian dari Strategi "AI Fisik"

Menurut BMW, penggunaan robot-robot ini merupakan bagian dari strategi "AI Fisik" mereka – sebuah pendekatan yang menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dengan sistem robot fisik di lantai produksi.

Sebelumnya, BMW telah melakukan uji coba awal di pabrik mereka di Spartanburg, South Carolina, AS. Di sana, robot humanoid dikembangkan oleh perusahaan Figure AI dan diuji selama hampir setahun. Robot tersebut bekerja dalam shift hingga 10 jam, membantu memindahkan komponen dan memposisikan lembaran logam untuk proses pengelasan.

Untuk proyek Leipzig, BMW bekerja sama dengan Hexagon Robotics untuk menguji robot humanoid multifungsi di beberapa area kunci seperti:

Proses perakitan

Penanganan komponen

Pembuatan baterai tegangan tinggi

Fase percontohan di Leipzig akan dimulai pada Desember 2025, dengan perluasan yang diharapkan pada musim semi dan proyek percontohan yang lebih besar lainnya direncanakan untuk musim panas.

Fokus pada Tugas Berat dan Kritis

BMW menekankan bahwa robot humanoid ini dirancang untuk melengkapi sistem otomatisasi yang ada, bukan untuk mengambil alih peran manusia sepenuhnya. Robot ini ditargetkan untuk tugas-tugas yang:

Berulang (tugas berulang)

Menuntut ergonomi

Kritis terhadap keselamatan

Faktanya, industri otomotif telah lama menjadi salah satu lingkungan industri yang paling otomatis di dunia. Lengan robot telah menangani tugas-tugas presisi tinggi selama bertahun-tahun. Jadi pertanyaannya adalah – mengapa kita membutuhkan robot humanoid?

Menurut BMW, bentuk humanoid memberikan keuntungan di lingkungan yang sudah dirancang untuk manusia. Robot ini dapat bergerak dan berinteraksi dengan peralatan yang ada tanpa harus melakukan modifikasi besar pada tata letak pabrik.

Masih Banyak Pertanyaan Tentang Biaya dan Efektivitas

Meskipun terdengar futuristik, BMW mengakui bahwa robot humanoid memiliki tingkat kompleksitas dan biaya yang tinggi. Untuk benar-benar menjadi solusi skala besar, robot-robot ini perlu membuktikan bahwa mereka dapat beroperasi:

Stabil dan andal

Aman

Ekonomis pada skala produksi nyata

BMW juga menyatakan bahwa tujuan mereka adalah untuk mengurangi beban fisik pada pekerja, terutama untuk tugas-tugas yang melelahkan. Namun, perdebatan lama masih muncul, apakah robot humanoid ini benar-benar hanya akan membantu, atau pada akhirnya akan menggantikan tenaga kerja manusia?

Untuk saat ini, BMW tetap berkomitmen pada posisi bahwa robot humanoid hanyalah alat bantu. Apakah mereka tetap sebagai asisten atau berubah menjadi pengganti, itu mungkin bergantung pada seberapa jauh teknologi ini dapat membuktikan nilai sebenarnya di lantai produksi dalam beberapa tahun ke depan.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BMW Mengkonfirmasi M3...
BMW Mengkonfirmasi M3 Generasi Berikutnya Tidak Akan Gunakan PHEV
BMW iX xDrive45, Kemewahan...
BMW iX xDrive45, Kemewahan Sunyi Seharga Rp2,6 Miliar
BMW Bedah M Concept...
BMW Bedah M Concept Neue Klasse, Sedan Listrik Tulen Berdesain Agresif
Ferrari Dicemooh, BMW...
Ferrari Dicemooh, BMW Dipuja: Menguak Rahasia Sangar M Concept Neue Klasse!
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Audi Nuvolari Supercar...
Audi Nuvolari Supercar Hybrid V8 dengan 987 HP, Penerus Spiritual R8
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
Intip Kinerja MPMX Mengawali...
Intip Kinerja MPMX Mengawali 2026: Profitabilitas Meningkat di Tengah Dinamika Pendapatan
IIMS Jakarta 2026 Selesai...
IIMS Jakarta 2026 Selesai Digelar, Hadirkan Solusi Finansial Holistik bagi Industri Otomotif
Rekomendasi
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Berita Terkini
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Apple Gandeng Intel...
Apple Gandeng Intel Bikin Chip di AS: Apa Dampaknya buat Konsumen?
Test Drive Leapmotor...
Test Drive Leapmotor B10 JakartaBandung: Pintar, Nyaman, tapi Ada Catatannya
Kawasaki Bikin Skutik?...
Kawasaki Bikin Skutik? Tiga Kejutan dari Booth PRJ 2026
Infografis
NASA Butuh Pekerja untuk...
NASA Butuh Pekerja untuk Mengurus Kotoran Manusia di Luar Angkasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved