Harga Bensin Naik Efek Perang Iran dan AS, Mobil Listrik Diborong

Kamis, 19 Maret 2026 - 21:25 WIB
loading...
Harga Bensin Naik Efek...
Mobil Listrik Diborong. FOTO/ viet
A A A
BANGKOK - Sejumlah pengamat memprediksi kendaraan listrik di Asia Tenggara akan jadi pilihan utama akibat konflik di Timur Tengah antara AS-Israel dan Iran.

Di sebuah dealer mobil di Bangkok, Thailand, gambaran seorang pria yang mengendarai Mercedes berhenti dengan segepok uang tunai di tangannya, siap membeli mobil listrik yang tidak pernah ia rencanakan untuk dimiliki, menjadi ilustrasi yang jelas dari pergeseran ini.

Menurut Samart Prakotkancharna, CEO Ratchapruek P Car Center di Bangkok, pelanggan tersebut menjelaskan bahwa ia khawatir "tidak akan lagi bisa mengisi tangki bensin mobilnya."

Sepanjang minggu lalu, kerumunan orang yang membawa uang tunai terus berbondong-bondong ke dealer untuk mencari kendaraan listrik bekas karena kekhawatiran akan melonjaknya harga solar.

Konflik antara AS, Israel, dan Iran, yang dimulai pada 28 Februari, telah mengganggu pasokan minyak dan gas global dan menimbulkan kekhawatiran akan melonjaknya harga bahan bakar.

Isu-isu yang berdampak luas ini bertindak sebagai katalis, mendorong transformasi jangka panjang yang telah berlangsung.

Para pengamat percaya bahwa tahun ini menandai titik balik bagi adopsi kendaraan listrik di Asia Tenggara, karena penjualan tidak lagi hanya didorong oleh paket stimulus atau diskonpemerintah, tetapi telah menghasilkan momentumnya sendiri.

Kendaraan listrik modern tidak hanya lebih ramping, dilengkapi dengan fitur yang lebih canggih dan interior yang lebih mewah, tetapi yang terpenting, harganya lebih murah daripada kendaraan bertenaga bensin yang sebanding.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Rekomendasi
BNN-Bea Cukai Sita 3,37...
BNN-Bea Cukai Sita 3,37 Ton Narkotika, Sahroni: Kejar Bandar Utamanya
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
VAR Untungkan Portugal...
VAR Untungkan Portugal di Piala Dunia 2026, Kenapa Gol Injury Time Kroasia Dianulir?
Berita Terkini
GWM Tank 300 Facelift...
GWM Tank 300 Facelift Terungkap, Jangkauan EV 200 km Kemampuan Off-Road Ditingkatkan
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
Hadirkan BRUSKY 125,...
Hadirkan BRUSKY 125, MODENAS Siap Banjiri Indonesia dengan Motor Malaysia
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved