China Ngebut, Jepang Bertahan, Eropa Ragu: Nasib Mobil Hidrogen Terpecah
Selasa, 14 April 2026 - 18:43 WIB
loading...
A
A
A
Targetnya jelas: menekan biaya hidrogen hingga mendekati USD1 per kg atau sekitar Rp17.000 dalam satu dekade.
Dari semua pendekatan tersebut, terlihat satu pola yang konsisten: hidrogen lebih relevan untuk kendaraan niaga.
Truk, bus, dan kendaraan logistik memiliki kebutuhan berbeda dengan mobil pribadi. Mereka membutuhkan jarak tempuh panjang, waktu pengisian cepat, dan operasional terus-menerus—hal yang sulit dipenuhi baterai tanpa kompromi berat dan waktu charging.
Selain itu, armada komersial biasanya beroperasi di rute tetap, sehingga pembangunan infrastruktur hidrogen bisa lebih terpusat dan efisien.
Sebaliknya, untuk mobil penumpang, tantangannya lebih kompleks. Konsumen membutuhkan jaringan luas, harga terjangkau, dan kemudahan penggunaan—sesuatu yang saat ini lebih mudah dipenuhi oleh mobil listrik baterai.
Dengan kondisi ini, masa depan kendaraan hidrogen tidak sepenuhnya suram, tetapi juga tidak secepat yang pernah diprediksi.
Hidrogen kemungkinan besar tidak akan menjadi solusi utama untuk mobil pribadi dalam waktu dekat. Namun, ia tetap memiliki peran penting di sektor transportasi berat dan industri.
Masalahnya, tanpa terobosan besar dalam biaya dan infrastruktur, teknologi ini akan tetap berada di pinggiran pasar otomotif global.
Dari semua pendekatan tersebut, terlihat satu pola yang konsisten: hidrogen lebih relevan untuk kendaraan niaga.
Truk, bus, dan kendaraan logistik memiliki kebutuhan berbeda dengan mobil pribadi. Mereka membutuhkan jarak tempuh panjang, waktu pengisian cepat, dan operasional terus-menerus—hal yang sulit dipenuhi baterai tanpa kompromi berat dan waktu charging.
Selain itu, armada komersial biasanya beroperasi di rute tetap, sehingga pembangunan infrastruktur hidrogen bisa lebih terpusat dan efisien.
Sebaliknya, untuk mobil penumpang, tantangannya lebih kompleks. Konsumen membutuhkan jaringan luas, harga terjangkau, dan kemudahan penggunaan—sesuatu yang saat ini lebih mudah dipenuhi oleh mobil listrik baterai.
Dengan kondisi ini, masa depan kendaraan hidrogen tidak sepenuhnya suram, tetapi juga tidak secepat yang pernah diprediksi.
Hidrogen kemungkinan besar tidak akan menjadi solusi utama untuk mobil pribadi dalam waktu dekat. Namun, ia tetap memiliki peran penting di sektor transportasi berat dan industri.
Masalahnya, tanpa terobosan besar dalam biaya dan infrastruktur, teknologi ini akan tetap berada di pinggiran pasar otomotif global.
(dan)
Lihat Juga :