Menguak Mitos Mobil Listrik: Fast Charging dan Ngecas 20%-80% Bikin Baterai Cepat Soak?

Sabtu, 02 Mei 2026 - 14:54 WIB
loading...
Menguak Mitos Mobil...
Banyak mitos terkait penggunaan mobil listrik yang penting diketahui dan dipahami. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
JAKARTA - Banyak orang waswas soal baterai mobil listrik. Takut cepat soak. Takut harganya selangit saat harus ganti. Hasil riset Geotab bikin pemilik mobil listrik bisa menarik nafas lega.

Geotab tidak main-main. Mereka menganalisis 22.700 unit kendaraan listrik. Meliputi 21 model yang berbeda. Bukan data simulasi di laboratorium. Ini data asli dari jalan raya.

Hasilnya: baterai mobil listrik modern itu sangat kokoh.

Rata-rata penyusutan kapasitasnya hanya 2,3 persen setahun. Begitulah datanya. Artinya: setelah delapan tahun, sisa napas baterai Anda masih 81,6 persen. Itu sudah lebih dari cukup untuk umur rata-rata kendaraan.

Tapi, ada "tapi"-nya.

1.⁠ ⁠Musuh utamanya satu: High-power DC fast charging.

Terutama yang di atas 100 kW. Itu seperti memberi "pukulan" keras ke sel baterai. Mobil yang terlalu sering pakai fast charging (lebih dari 12 persen dari total pengisian) susutnya lebih cepat: 2,5 persen setahun. Kalau dayanya di atas 100 kW, angka susutnya naik jadi 3 persen. Bandingkan dengan yang jarang fast charging: hanya susut 1,5 persen.

Artinya: fast charging hanya untuk darurat. Hindari yang terlalu cepat : up to 100 kW. Cas dirumah bikin baterai awet.

2.⁠ ⁠Faktor kedua: suhu.

Ini yang sering luput dari pemilik EV. Baterai tidak suka panas. Di daerah yang sering suhu di atas 25 derajat Celsius—seperti Indonesia—degradasi baterai lebih cepat 0,4 persen dibanding daerah sejuk. Kimia di dalam sel baterai jadi lebih stres kalau kepanasan.
Artinya: sebisa mungkin mobil jangan dijemur. Cari parkiran yang teduh/sejuk.

3.⁠ ⁠Lalu soal mitos 20-80 persen

Banyak ahli menyarankan jangan nge-cas sampai 100 persen. Juga jangan sampai nol. Benar, tapi tidak usah terlalu pusing. Pabrikan sudah pintar. Mereka sudah memasang "pagar" perangkat lunak (buffer). Angka 100 persen di layar Anda sebenarnya belum benar-benar penuh secara kimiawi.

Data menunjukkan: penyusutan baru akan melonjak kalau mobil dibiarkan dalam kondisi penuh (100 persen) atau kosong melompong (0 persen) dalam waktu yang sangat lama. Yakni lebih dari 80 persen dari total waktu hidup mobil itu. Kalau dipakai harian? Aman saja.

Artinya: jangan terlalu sering dan terlalu lama membiarkan mobil listrik dalam kondisi 100 persen atau dibawah 20 persen.

4.⁠ ⁠Bagaimana dengan penggunaan berat?

Memang, mobil yang sering diajak lari jauh otomatis susutnya lebih besar. Naik 0,8 persen. Tapi bagi Anda, ini tetap menguntungkan. Produktivitas Anda jauh melampaui biaya susut baterainya. Di perusahaan, ROI (Return on Investment) tercapai lebih cepat.

Satu hal lagi: perkembangan teknologi. Mobil-mobil keluaran terbaru punya manajemen panas yang lebih baik. Hasilnya, degradasi makin stabil. Jadi, pakailah mobil listrik Anda. Jangan terlalu banyak khawatir.

Fakta Penting Baterai EV:

1.⁠ ⁠Degradasi Rata-rata: Hanya 2,3 persen per tahun, membuat baterai bertahan lebih lama dari usia servis kendaraan.

2.⁠ ⁠Efek Fast Charging: Penggunaan pengisian daya di atas 100 kW secara rutin bisa melipatgandakan laju degradasi (3,0% vs 1,5%).

3.⁠ ⁠Proyeksi 8 Tahun: Rata-rata baterai masih memiliki kapasitas 81,6 persen setelah delapan tahun pemakaian.

4.⁠ ⁠State of Charge (SOC): Aturan 20-80% tidak kritis untuk harian karena adanya software buffer dari pabrikan.

5.⁠ ⁠Pengaruh Iklim: Suhu di atas 25 derajat Celsius mempercepat penuaan baterai sebesar 0,4 persen per tahun.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Purbaya Tunda Insentif...
Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan
Rekomendasi
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
Berita Terkini
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
Baterai Menyatu Rangka,...
Baterai Menyatu Rangka, Jok Jadi Kasur, Layar Dasbor 2.5K, Leapmotor B10 SUV China Rasa Eropa
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved