Presiden Jokowi Akui Inovasi Membutuhkan Ekosistem yang Kondusif

Rabu, 11 November 2020 - 22:12 WIB
loading...
Presiden Jokowi Akui Inovasi Membutuhkan Ekosistem yang Kondusif
Peresmian pembukaan Inovasi Indonesia Expo (I2E) 2020, di Auditorium Soemitro Djojohadikoesoemo, Gedung BJ Habibie, Jakarta, Selasa (10/11/2020). Foto/Ist.
JAKARTA - Presiden Joko Widodo menuturkan, Indonesia memiliki banyak talenta-talenta hebat yang siap berkarya untuk kemandirian dan keunggulan bangsa, tercerminkan dari inovasi yang dilakukan. (Baca juga: Tel-U Peringkat 2 Perguruan Tinggi Kategori Manajemen Inovasi )

Hal itu disampaikan Jokowi saat meresmikan pembukaan Inovasi Indonesia Expo (I2E) 2020, melalui tayangan video, di Auditorium Soemitro Djojohadikoesoemo, Gedung BJ Habibie, Selasa (10/11/2020). Baca juga: UI Peringkat Pertama PT Inovatif Kategori Manajemen Inovasi )

Presiden juga menjelaskan, inovasi tidak muncul begitu saja, karena membutuhkan ekosistem yang kondusif. Perhelatan I2E adalah salah satu contoh dari ekosistem tersebut.

Menurutnya, I2E menjadi contoh adanya ekosistem yang kondusif bagi penelitian dengan bukti lahirnya karya-karya inovatif anak bangsa, terutama saat menghadapi pandemi Covid-19.

Saat ini telah muncul inovasi di berbagai bidang, seperti pengembangan Vaksin Merah Putih dan pendeteksi virus melalui embusan nafas Gnose.



"Kita harus terus memfasilitasi kerja sama antar stakeholders, memperkuat multiple helix, memperkuat kolaborasi antara para inovator dengan industri, dengan pemerintah dan juga masyarakat,” jelas Presiden Jokowi, dalam video sambutannya.

Dengan kolaborasi, lanjut Jokowi, maka karya-karya para inovator tidak akan berhenti menjadi sebatas prototype, namun dapat berlanjut diproduksi massal ke arah investasi komersial.

Inovasi bukan hanya untuk mengatasi masalah-masalah dalam masyarakat, tapi akan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, termasuk penciptaan lapangan kerja baru.

“Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi inovator di berbagai sektor yang sangat dibutuhkan masyarakat, seperti pangan, energi, kesehatan, termasuk inovasi dalam manajemen model bisnis dan digital preneurs," tambah mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Smentara itu, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN), Bambang PS Brodjonegoro, yang hadir langsung dalam acara tersebut menyampaikan, I2E tahun ini menjadi penutup dari rangkaian acara peringatan Seperempat Abad Kebangkitan Teknologi Nasional.



"Semua kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengarusutamakan litbangjirap untuk meningkatkan jumlah dan kualitas produk inovatif dalam negeri," jelas Bambang.
(wbs)
preload video
Komentar Anda
OTO UPDATE