Jual 240 Ribu Skuter Listrik di China, Niu Jadikan Indonesia Target Pasar Potensial
Minggu, 29 November 2020 - 22:44 WIB
loading...
Sepeda motor listrik pintar Niu NQi GT dan Niu Gova akan meramaikan pasar motor listrik di Indonesia pada 2021.
A
A
A
JAKARTA - Akhir tahun ini, pasar skuter listrik akan dimeriahkan dengan kehadiran dua merek baru. Yakni, sepeda motor listrik pintar Niu NQi GT dan Niu Gova. Siapa sebenarnya Niu? Apakah mereka akan bisa mengubah tren motor/skuter listrik di Indonesia? BACA JUGA: Bikin Weekend Makin Seru, Begini Cara Nikmati Audio Visual Imersif Tablet Galaxy Tab A7
Jangan salah, Niu adalah perusahaan motor elektrik yang harus dipertitungkan. Ketika pandemi Covid-19 menyebar pada kuartal 1 2020, harga saham Niu justru meroket 400 persen.
Pabrikan skuter elektrik asal Beijing itu membukukan pendapatan di Q3 yang mencapai USD136 juta atau naik 36,7% dibanding Q3 2019. Adapun laba bersihnya USD12,2 juta. Naik dari 2019 yang USD10,1 juta.
Tak heran, jika mereka aktif berekspansi. Termasuk ke Indonesia.
Penjualan skuter mereka di seluruh dunia mengingkat 67,9 persen, mencapai 250,889 unit di kuartal 3. Sekitar 245,293 unit di antaranya terjual di China. Di luar China mereka hanya menjual 5,596 unit skuter elektrik.
BACA JUGA: Begini Tips Berburu Diecast di Indonesia Diecast Expo 2020 Langsung dari Kolektor!
”Volume penjualan kami di China naik 70 persen diibanding tahun lalu. Sedangkan pasar internasional karena Covid-19, hanya tumbuh 6 persen saja,” ujar CEO Niu Yan Li.
Nah, yang menarik, pada Desember nanti Indonesia menjadi negara pertama yang menjadi tempat diluncurkannya sub-brand baru mereka Gova. ”Kami sangat antusias dengan prospek pertumbuhan pasar Indonesia dan berencana untuk memperlebar portofolio produk serta jaringan penjualan dalam beberapa tahun kedepan,” ujarnya kepada situs Electrec.co.
Niu NQi GT
![Jual 240 Ribu Skuter Listrik di China, Niu Jadikan Indonesia Target Pasar Potensial]()
Niu memiliki banyak sekali model skuter elektrik. Namun, yang jadi andalan pertama di Indonesia adalah Nio NQi GT.
Motor dengan berat 95 kg itu menggendong baterai Lithium 18.650 mAh buatan Panasonic. Baterai jenis yang sama dengan baterai dalam Tesla Model S.
Mampu digunakan hingga 140 km, dengan pengisian daya 3,5 jam-4 jam. Adapun motor listrik Bosch 3.500 watt mampu dipacu hingga kecepatan tertinggi 70 km / jam.
Sistem pengereman EBS menyediakan jarak pengereman 50% lebih pendek daripada kebanyakan skuter lainnya. Juga menyediakan Kinetic Energy Recovery System (KERS) atau pengereman regeneratif di mana energi dari pengereman dikembalikan ke baterai.
Yang menarik, Niu NQi GT dapat terhubung ke ponsel pintar. Pemantauan baterai hingga GPS, serta riwayat perjalanan bisa dilihat dari aplikasi NIU. Aplikasi tersebut menyediakan sistem anti-pencurian yang memperingatkan pengemudi ketika skuter dipindahkan.
Ada GPS sehingga pengguna dapat melacak posisi skuter real time. Niu memang belum mengumumkan harga resmi Niu NQi GT, namun sejumlah situs online sudah menjualnya dengan banderol Rp75 jutaan.
Apa Beda Niu NQi dan Gova?
![Jual 240 Ribu Skuter Listrik di China, Niu Jadikan Indonesia Target Pasar Potensial]()
Pertama, NQi dan Gova akan ada di dua segmen yang berbeda. Gova menjadi sub brand dari Niu. Menggunakan penyebutan Gova.Untuk NQi dan produk Niu dirancang sebagai skuter canggih. Sehingga bisa terhubung ke aplikasi smartphone. Adapun Gova tidak memiliki fitur tersebut.
Apakah Niu NQi memiliki STNK dan legal dipakai dijalan? Jawabannya adalah ya. STNK untuk produk Niu NQi sudah sudah tersedia (terdaftar dan siap diurus). Ketika Niu NQi sudah bisa dibeli mulai bulan depan, Gova akan dikenalkan secara resmi di Indonesia sekitar awal tahun depan.
Secara positioning, Niu akan membawa dua merek ke Indonsia. Pertama, adalah Niu yang menargetkan pengguna skuter listrik premium. Kemudian Gova menargetkan konsumen entry level dengan harga yang lebih terjangkau.
Jangan salah, Niu adalah perusahaan motor elektrik yang harus dipertitungkan. Ketika pandemi Covid-19 menyebar pada kuartal 1 2020, harga saham Niu justru meroket 400 persen.
Pabrikan skuter elektrik asal Beijing itu membukukan pendapatan di Q3 yang mencapai USD136 juta atau naik 36,7% dibanding Q3 2019. Adapun laba bersihnya USD12,2 juta. Naik dari 2019 yang USD10,1 juta.
Tak heran, jika mereka aktif berekspansi. Termasuk ke Indonesia.
Penjualan skuter mereka di seluruh dunia mengingkat 67,9 persen, mencapai 250,889 unit di kuartal 3. Sekitar 245,293 unit di antaranya terjual di China. Di luar China mereka hanya menjual 5,596 unit skuter elektrik.
BACA JUGA: Begini Tips Berburu Diecast di Indonesia Diecast Expo 2020 Langsung dari Kolektor!
”Volume penjualan kami di China naik 70 persen diibanding tahun lalu. Sedangkan pasar internasional karena Covid-19, hanya tumbuh 6 persen saja,” ujar CEO Niu Yan Li.
Nah, yang menarik, pada Desember nanti Indonesia menjadi negara pertama yang menjadi tempat diluncurkannya sub-brand baru mereka Gova. ”Kami sangat antusias dengan prospek pertumbuhan pasar Indonesia dan berencana untuk memperlebar portofolio produk serta jaringan penjualan dalam beberapa tahun kedepan,” ujarnya kepada situs Electrec.co.
Niu NQi GT

Niu memiliki banyak sekali model skuter elektrik. Namun, yang jadi andalan pertama di Indonesia adalah Nio NQi GT.
Motor dengan berat 95 kg itu menggendong baterai Lithium 18.650 mAh buatan Panasonic. Baterai jenis yang sama dengan baterai dalam Tesla Model S.
Mampu digunakan hingga 140 km, dengan pengisian daya 3,5 jam-4 jam. Adapun motor listrik Bosch 3.500 watt mampu dipacu hingga kecepatan tertinggi 70 km / jam.
Sistem pengereman EBS menyediakan jarak pengereman 50% lebih pendek daripada kebanyakan skuter lainnya. Juga menyediakan Kinetic Energy Recovery System (KERS) atau pengereman regeneratif di mana energi dari pengereman dikembalikan ke baterai.
Yang menarik, Niu NQi GT dapat terhubung ke ponsel pintar. Pemantauan baterai hingga GPS, serta riwayat perjalanan bisa dilihat dari aplikasi NIU. Aplikasi tersebut menyediakan sistem anti-pencurian yang memperingatkan pengemudi ketika skuter dipindahkan.
Ada GPS sehingga pengguna dapat melacak posisi skuter real time. Niu memang belum mengumumkan harga resmi Niu NQi GT, namun sejumlah situs online sudah menjualnya dengan banderol Rp75 jutaan.
Apa Beda Niu NQi dan Gova?

Pertama, NQi dan Gova akan ada di dua segmen yang berbeda. Gova menjadi sub brand dari Niu. Menggunakan penyebutan Gova.Untuk NQi dan produk Niu dirancang sebagai skuter canggih. Sehingga bisa terhubung ke aplikasi smartphone. Adapun Gova tidak memiliki fitur tersebut.
Apakah Niu NQi memiliki STNK dan legal dipakai dijalan? Jawabannya adalah ya. STNK untuk produk Niu NQi sudah sudah tersedia (terdaftar dan siap diurus). Ketika Niu NQi sudah bisa dibeli mulai bulan depan, Gova akan dikenalkan secara resmi di Indonesia sekitar awal tahun depan.
Secara positioning, Niu akan membawa dua merek ke Indonsia. Pertama, adalah Niu yang menargetkan pengguna skuter listrik premium. Kemudian Gova menargetkan konsumen entry level dengan harga yang lebih terjangkau.
(dan)
Lihat Juga :