Mengungkap Keberadaan Black Box di Mobil, Mitos atau Fakta?
Selasa, 02 Maret 2021 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2006, EDR memiliki proses rekam yang sederhana. Alat itu awalnya hanya merekam kondisi jalan dan cuaca yang ditempuh oleh mobil serta aktif atau tidaknya airbags saat kecelakaan terjadi. Namun National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) meningkatkan kemampuan EDR seiring dengan makin canggihnya teknologi yang berkembang.
Saat ini EDR bekerja merekam mulai dari kecepatan kendaraan, posisi pedal gas, bekerja atau tidaknya airbags, penggunaan rem, memonitor penggunaan sabuk pengaman, sudut palang kemudi saat dikendarai hingga variabel lainnya.
Baca juga : Modifikator dan Desainer Otomotif Indonesia di Pentas Dunia
EDR sendiri bekerja 20 detik setelah kecelakaan terjadi. Dimana semua data yang sebelum kecelakaan terjadi kemudian direkam dan disimpan dengan baik hingga akhirnya dikeluarkan oleh pihak yang berwenang mengambil EDR. Dari situ tidak heran jika pihak kepolisian Amerika sangat yakin akan mampu mencari tahu apa penyebab kecelakaan mobil yang dialami oleh Tiger Wood. Bagaimana dengan di Indonesia?
Saat ini EDR bekerja merekam mulai dari kecepatan kendaraan, posisi pedal gas, bekerja atau tidaknya airbags, penggunaan rem, memonitor penggunaan sabuk pengaman, sudut palang kemudi saat dikendarai hingga variabel lainnya.
Baca juga : Modifikator dan Desainer Otomotif Indonesia di Pentas Dunia
EDR sendiri bekerja 20 detik setelah kecelakaan terjadi. Dimana semua data yang sebelum kecelakaan terjadi kemudian direkam dan disimpan dengan baik hingga akhirnya dikeluarkan oleh pihak yang berwenang mengambil EDR. Dari situ tidak heran jika pihak kepolisian Amerika sangat yakin akan mampu mencari tahu apa penyebab kecelakaan mobil yang dialami oleh Tiger Wood. Bagaimana dengan di Indonesia?

Lihat Juga :