Profesor Jepang Buka Rahasia Kenapa Mobil Listrik China Ini Bisa Murah

Senin, 31 Januari 2022 - 19:00 WIB
loading...
Profesor Jepang Buka...
Komponen yang digunakan Wuling Hongguang Mini EV merupakan komponen umum yang mudah didapatkan. Foto/Nikkei Asia.
A A A
JEPANG - Masayoshi Yamamoto, profesor dari Nagoya University, Jepang membuka rahasia kenapa mobil listrik buatan China, Wuling Hongguang Mini EV bisa jadi terlaris didunia. Dialporkan Nikkei Asia, Masayoshi Yamamoto mengoprek habis-habisan mobil buatan China itu untuk menemukan jawaban kenapa Wuling Hongguang bisa sangat murah dibandingkan mobil listrik lainnya.

Diketahui saat ini Wuling Hongguang Mini EV dijual di harga 28.800 Yuan atau setara Rp65,6 juta. Harga yang sangat murah itu membuat Wuling Hongguang Mini EV jadi mobil listrik terlaris di dunia dengan jumlah penjualan mencapai 500.000 unit sejak diperkenalkan pertama kali pada 2020.

Dari situlah Masayoshi Yamamoto penasaran kenapa mobil listrik andalan Wuling itu bisa dijual sangat murah dibanding kompetitornya. Dia pun akhirnya mendatangkan langsung mobil itu dari China ke Jepang.

Begitu datan, mobil imut itu langsung dibongkar habis oleh Masayoshi Yamamoto. Seluruh komponen mobil dilepas dan kemudian diestimasi. Dari penelitiannya dia menghitung seluruh komponen yang ada di Wuling Hongguang Mini EV hanya senilai 480.000 Yen atau sekitar Rp59,8 juta.

Baca juga : Madonna Rilis Foto, Posenya dengan Mobil Bikin Dag Dig Dug

Profesor Jepang Buka Rahasia Kenapa Mobil Listrik China Ini Bisa Murah


Hal itu menurutnya mengejutkan karena pada umumnya komponen yang dibutuhkan untuk membuat mobil listrik akan sangat mahal. Uniknya Wuling justru bisa mendapatkan komponen mobil listrik yang justru memiliki harga yang rendah.

Menurut Masayoshi Yamamoto hal itu terjadi karena komponen yang digunakan bukanlah komponen eksklusif. Komponen yang digunakan di Wuling Hongguang Mini EV adalah part-part yang sangat mudah ditemukan. "Bahkan bisa ditemukan di laci perlengkapan rumah Anda," ujar Masayoshi Yamamoto.

Dia mencontohkan bearing mobil yang ternyata merupakan bearing umum buatan China yang dapat digunakan di berbagai industri lain. Jadi bukan bearing yang dibuat secara khusus untuk mobil listrik.

Bagian lain yang bisa membuat mobil listrik China itu murah adalah teknologi pengereman regeneratif. Berbeda dengan mobil listrik yang menggunakan teknik itu untuk mengisi baterai, Wuling Hongguang Mini EV sama sekali tidak memiliki teknologi pengereman regeneratif.

Baca juga : Elon Musk Ejek Presiden Amerika karena Tak Diundang ke Gedung Putih

Profesor Jepang Buka Rahasia Kenapa Mobil Listrik China Ini Bisa Murah


Dari situlah Wuling Hongguang Mini EV jadi begitu murah. Menurut Masayoshi Yamamoto komponen yang sangat umum itu memiliki potensi kerusakan yang besar. Hanya saja karena mudah ditemukan dan murah pemilik mobil tidak akan mengalami kesulitan untuk menggantinya.

"Mobil listrik lain dibuat untuk bertahan hingga 20 tahun lebih. Wuling Hongguang Mini EV akan kurang dari istu," ujarnya.

Hanya saja menurut Masayoshi Yamamoto pembeli mobil itu memang sudah paham akan konsekuensinya. Pasalnya mobil itu memang digunakan untuk aktivitas di perkotaan ketimbang berjalan kaki atau memanfaatkan transportasi umum.

Tang Jin, analis dari Mizuho Bank mengatakan pembeli Wuling Hongguang Mini EV memang tidak memiliki ekspektasi yang tihggi pada mobil listrik China itgu. "Mobil ini memenuhi keinginan banyak orang yang butuh mobil listrik murah dengan kecepatan yang tidak tinggi," ujarnya.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
Kasus Mobil Listrik...
Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Purbaya Tunda Insentif...
Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan
Rekomendasi
Aksi Formula E Berlanjut...
Aksi Formula E Berlanjut ke Sanya, Saksikan Live di VISION+
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Berita Terkini
BMW Mengkonfirmasi M3...
BMW Mengkonfirmasi M3 Generasi Berikutnya Tidak Akan Gunakan PHEV
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Lawan Toyota Yaris Cross,...
Lawan Toyota Yaris Cross, Hyundai i20 Berubah Ukuran
Apa Itu PHEV? Begini...
Apa Itu PHEV? Begini Lepas L8 Tempuh 1.300 Km Sekali Isi Penuh
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Infografis
Bisa Digeber 400 Km/Jam,...
Bisa Digeber 400 Km/Jam, Ini 5 Mobil Listrik Tercepat di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved