Perusahaan Otomotif Eropa Kompak Boikot Pengiriman Mobil ke Rusia
Selasa, 01 Maret 2022 - 10:34 WIB
loading...
A
A
A
VW sebelumnya mengatakan akan menghentikan produksi selama beberapa hari di dua pabrik Jerman setelah penundaan mendapatkan pasokan suku cadang dari Ukraina.
Daimler Truck mengatakan pada hari Senin 28 Februari 2022, segera membekukan kegiatan bisnisnya di Rusia dengan, termasuk kerjasamanya dengan pembuat truk Rusia Kamaz.
BACA JUGA: Spesies Baru Katak Bermoncong Tapir Ditemukan di Hutan Amazon
Mercedes-Benz Group juga mencari opsi hukum untuk melepaskan 15% sahamnya di Kamaz secepat mungkin, lapor surat kabar Handelsblatt. "Kegiatan bisnis harus dievaluasi ulang mengingat peristiwa terkini," kata seorang juru bicara Mercedes kepada Reuters.
Sedangkan pembuat truk asal Swedia, AB Volvo mengatakan telah menghentikan semua produksi dan penjualan di Rusia karena krisis. Padahal AB Volvo menghasilkan sekitar 3% dari penjualannya di Rusia dan memiliki pabrik di sana.
"Kami sekarang memiliki sedikit kejelasan tentang sanksi dan keamanan di kawasan itu. Ini berarti semua operasi di Rusia berakhir," kata juru bicara perusahaan kepada Reuters.
Daimler Truck mengatakan pada hari Senin 28 Februari 2022, segera membekukan kegiatan bisnisnya di Rusia dengan, termasuk kerjasamanya dengan pembuat truk Rusia Kamaz.
BACA JUGA: Spesies Baru Katak Bermoncong Tapir Ditemukan di Hutan Amazon
Mercedes-Benz Group juga mencari opsi hukum untuk melepaskan 15% sahamnya di Kamaz secepat mungkin, lapor surat kabar Handelsblatt. "Kegiatan bisnis harus dievaluasi ulang mengingat peristiwa terkini," kata seorang juru bicara Mercedes kepada Reuters.
Sedangkan pembuat truk asal Swedia, AB Volvo mengatakan telah menghentikan semua produksi dan penjualan di Rusia karena krisis. Padahal AB Volvo menghasilkan sekitar 3% dari penjualannya di Rusia dan memiliki pabrik di sana.
"Kami sekarang memiliki sedikit kejelasan tentang sanksi dan keamanan di kawasan itu. Ini berarti semua operasi di Rusia berakhir," kata juru bicara perusahaan kepada Reuters.
Lihat Juga :