Kuasai 30 Persen Pasar Mobil Rusia, Renault Menolak Pergi dari Negeri Beruang Merah
Selasa, 15 Maret 2022 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire memang mengatakan bahwa perusahaan swasta bebas membuat keputusan sendiri dalam melakukan bisnis di Rusia. Syaratnya, jika mereka “secara ketat dan mematuhi sanksi.”
![Kuasai 30 Persen Pasar Mobil Rusia, Renault Menolak Pergi dari Negeri Beruang Merah]()
Perusahaan riset Alphavalue menunjukkan bahwa ada kemungkinan kecil dari Renault melepaskan sahamnya di AvtoVAZ. Perusahaan juga menurunkan rekomendasinya pada saham, dengan menyatakan bahwa nilai usaha telah jatuh ke nol.
Baca juga; Perusahaan Otomotif Eropa Kompak Boikot Pengiriman Mobil ke Rusia
“Untuk memperhitungkan risiko geopolitik terkait invasi Rusia ke Ukraina dan implikasi jangka panjang yang ditimbulkan akibat sanksi Barat terhadap ekonomi Rusia, mungkin (perusahaan) secara drastis mengurangi permintaan mobil di negara ini untuk tahun-tahun mendatang,” tulis laman Carscoops dikutip SINDOnews., Selasa (15/3/2022).
Diketahui, produksi di pabrik perakitan Renault di dekat Moskow telah dihentikan sementara hingga 18 Maret karena masalah pasokan. Situs AvtoVAZ di Togliatti dan Izhevsk juga mengalami gangguan produksi setelah invasi Rusia ke Ukraina karena kekurangan semikonduktor. Kondisi ini membuat, Renault terjebak di antara dilema yang serba rumit.

Perusahaan riset Alphavalue menunjukkan bahwa ada kemungkinan kecil dari Renault melepaskan sahamnya di AvtoVAZ. Perusahaan juga menurunkan rekomendasinya pada saham, dengan menyatakan bahwa nilai usaha telah jatuh ke nol.
Baca juga; Perusahaan Otomotif Eropa Kompak Boikot Pengiriman Mobil ke Rusia
“Untuk memperhitungkan risiko geopolitik terkait invasi Rusia ke Ukraina dan implikasi jangka panjang yang ditimbulkan akibat sanksi Barat terhadap ekonomi Rusia, mungkin (perusahaan) secara drastis mengurangi permintaan mobil di negara ini untuk tahun-tahun mendatang,” tulis laman Carscoops dikutip SINDOnews., Selasa (15/3/2022).
Diketahui, produksi di pabrik perakitan Renault di dekat Moskow telah dihentikan sementara hingga 18 Maret karena masalah pasokan. Situs AvtoVAZ di Togliatti dan Izhevsk juga mengalami gangguan produksi setelah invasi Rusia ke Ukraina karena kekurangan semikonduktor. Kondisi ini membuat, Renault terjebak di antara dilema yang serba rumit.
(wib)
Lihat Juga :