Hyundai Terapkan Sistem Otonom Mobil pada Kapal Kargo, Jelajahi Pasifik Sejauh 10.000 Km
Jum'at, 10 Juni 2022 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
Seperti sistem otomotif yang setara seperti GM's Super Cruise, kapal tidak berlayar sendiri, tetapi mampu melakukan banyak pekerjaan berat untuk krunya. Selama dalam perjalanannya, membuktikan mampu melakukannya untuk waktu yang lama di lingkungan dunia nyata.
Teknologi HiNAS membuktikan kemampuannya dalam perjalanan 33 hari antara Teluk Meksiko dan Terminal LNG Boryeong di Korea. Dalam perjalanan, kinerja sistem dipantau secara real-time oleh Biro Pengiriman Amerika dan Daftar Pengiriman Korea, keduanya berusaha untuk menentukan kinerja dan keandalan teknologi.
Baca juga; Ferrari Tak Pernah Tertarik dengan Teknologi Mobil Otonom
Prism Courage hanya menempuh jarak sekitar setengah dari jarak 20.000 kilometer dengan sistem otonom aktif. Avikus tidak merinci di mana sistem otonom itu digunakan, kemungkinan lebih banyak di laut terbuka bukan di pusat-pusat pengiriman dan jalur perdagangan yang rumit.
![Hyundai Terapkan Sistem Otonom Mobil pada Kapal Kargo, Jelajahi Pasifik Sejauh 10.000 Km]()
Foto/TheDrive
Namun, itu memberi perusahaan kehormatan untuk menyelesaikan perjalanan transoceanic otonom pertama di kapal dagang besar, yang memungkinkannya untuk menunjukkan potensi penggunaan teknologi.
Teknologi HiNAS membuktikan kemampuannya dalam perjalanan 33 hari antara Teluk Meksiko dan Terminal LNG Boryeong di Korea. Dalam perjalanan, kinerja sistem dipantau secara real-time oleh Biro Pengiriman Amerika dan Daftar Pengiriman Korea, keduanya berusaha untuk menentukan kinerja dan keandalan teknologi.
Baca juga; Ferrari Tak Pernah Tertarik dengan Teknologi Mobil Otonom
Prism Courage hanya menempuh jarak sekitar setengah dari jarak 20.000 kilometer dengan sistem otonom aktif. Avikus tidak merinci di mana sistem otonom itu digunakan, kemungkinan lebih banyak di laut terbuka bukan di pusat-pusat pengiriman dan jalur perdagangan yang rumit.

Foto/TheDrive
Namun, itu memberi perusahaan kehormatan untuk menyelesaikan perjalanan transoceanic otonom pertama di kapal dagang besar, yang memungkinkannya untuk menunjukkan potensi penggunaan teknologi.
Lihat Juga :