Tahun 2024, Semua Mobil di Eropa Harus Berteknologi Anti Ngebut

Minggu, 10 Juli 2022 - 07:21 WIB
loading...
Tahun 2024, Semua Mobil di Eropa Harus Berteknologi Anti Ngebut
Semua mobil di Eropa harus berteknologi anti ngebut. FOTO/ IST
A A A
BERLIN - Setiap mobil baru yang dijual di Uni Eropa harus menyertakan teknologi anti-kecepatan yang dikenal sebagai bantuan kecepatan cerdas, atau ISA. Kebijakan ini berlaku mulai Juli 2024 mendatang.

“Peluncuran ISA adalah langkah besar untuk keselamatan jalan dan memiliki potensi untuk secara drastis mengurangi cedera dan kematian lalu lintas jalan," kata Komisi Eropa, dikutip dari Engadget, Minggu(10/7/2022).

BACA JUGA - Mobil Otonom Apple Akan Dibuat oleh Hyundai?

"Pabrikan mobil sekarang memiliki kesempatan untuk memaksimalkan potensi ISA untuk menciptakan jalan yang lebih aman untuk semua,” lanjutnya.

Untuk diketahui, ISA sendiri merupakan istilah untuk menggambarkan keseluruhan sistem yang dapat mendeteksi batas kecepatan jalan melalui kamera yang dipasang di depan, data GPS, atau keduanya.

Teknologi ini dapat memberikan umpan balik pengingat tentang batas kecepatan dan secara otomatis menyesuaikan cruise control agar sesuai dengan kecepatan jalan.

Tidak hanya itu, ISA juga dapat mengurangi daya ke motor untuk memperlambat kendaraan yang melaju kencang. Dan masyarakat Eropa sudah banyak yang menambahkan ISA ini di mobil kesayangannya.

Fitur ISA saat ini dijual oleh sejumlah pabrikan seperti Honda, Ford, Jeep, dan Mercedes-Benz. Dan nantinya semua pabrikan harus menghadirkan ISA dalam setiap pembelian mobil, bukan sebagai fitur modifikasi.

Menurut proyeksi PROSPER yang didanai Uni Eropa, skenario seperti ini, dapat mengurangi risiko kematian karena kecelakaan lalu lintats antara 26 dan 50 persen lebih sedikit.

Namun berdasarkan catatan Autocar, teknologi ISA sendiri saat ini masih belum sempurna. Sistem ISA kadang-kadang "lambat merespons" dan pada satu titik menetapkan batas kecepatan pada 60 mph pada jalan desa yang lengang.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1342 seconds (10.177#12.26)