Benarkah Terapi Plasma Konvalesen Manjur sebagai Vaksin Pasif dan Obat?
Senin, 27 April 2020 - 17:48 WIB
loading...
A
A
A
"Perlu identifikasi pasien Covid-19 yang sudah sembuh sebagai calon donor, informed consent dan seleksi donor, identifikasi golongan darah dan skrining terhadap infeksi menular lewat transfusi darah (IMLTD), pengambilan darah dan penanganan donor, pelabelan, penyimpanan dan koleksi data pada pelayanan transfusi darah, sangat informed bagi penerima TPK, termasuk pemeriksaan pratransfusi serta penyimpanan dan transportasi plasma konvalesen ke lokasi transfusi," papar Sonia.
Donor yang sesuai pun, lanjut Sonia, harus memenuhi beberapa syarat. Pertama, sebelumnya telah didiagnosis positif COVID-19 melalui hasil pemeriksaan laboratorium standar. Kedua, resolusi gejala secara menyeluruh minimal 14 hari sebelum donasi plasma.
Lalu ketiga, donor perempuan harus negatif terhadap antibodi HLA (jika tidak tersedia pemeriksaan antibodi HLA dapat dari perempuan yang belum pernah hamil) atau donor pria. Keempat, hasil negatif Covid-19 baik dari satu atau lebih hapusan nasofaring dan orofaring. Kelima, menentukan titer antibodi dan antibodi netralisasi SARS-CoV-2 bila memungkinkan (titer optimal antibodi >1:320 dan titer antibodi neutralisasi >1:80).
"Menurut keterangan singkat dokter Theresia, bila seseorang sudah diidentifikasi sebagai calon donor maka harus diberikan penjelasan mengenai kenapa plasmanya diperlukan sebagai terapi penderita," ucapnya.
"Buat semua yang sudah sembuh dari COVID-19 mohon dengan sangat tergerak hatinya menjadi donor plasma di RSPAD, karena banyak pasien kritis yang sangat membutuhkan. Bisa donor, terutama wanita yang belum punya anak (karena masalah HLA yang bisa ditolak oleh badan penerima donor) atau laki laki. Karena kalau stok donor plasma cukup, maka bukan tidak mungkin Indonesia segera bebas dari virus Corona," pinta Sonia.
Donor yang sesuai pun, lanjut Sonia, harus memenuhi beberapa syarat. Pertama, sebelumnya telah didiagnosis positif COVID-19 melalui hasil pemeriksaan laboratorium standar. Kedua, resolusi gejala secara menyeluruh minimal 14 hari sebelum donasi plasma.
Lalu ketiga, donor perempuan harus negatif terhadap antibodi HLA (jika tidak tersedia pemeriksaan antibodi HLA dapat dari perempuan yang belum pernah hamil) atau donor pria. Keempat, hasil negatif Covid-19 baik dari satu atau lebih hapusan nasofaring dan orofaring. Kelima, menentukan titer antibodi dan antibodi netralisasi SARS-CoV-2 bila memungkinkan (titer optimal antibodi >1:320 dan titer antibodi neutralisasi >1:80).
"Menurut keterangan singkat dokter Theresia, bila seseorang sudah diidentifikasi sebagai calon donor maka harus diberikan penjelasan mengenai kenapa plasmanya diperlukan sebagai terapi penderita," ucapnya.
"Buat semua yang sudah sembuh dari COVID-19 mohon dengan sangat tergerak hatinya menjadi donor plasma di RSPAD, karena banyak pasien kritis yang sangat membutuhkan. Bisa donor, terutama wanita yang belum punya anak (karena masalah HLA yang bisa ditolak oleh badan penerima donor) atau laki laki. Karena kalau stok donor plasma cukup, maka bukan tidak mungkin Indonesia segera bebas dari virus Corona," pinta Sonia.
(iqb)
Lihat Juga :