Volkswagen I.D. dan I.D. Buzz Pakai Ban Hankook

Jum'at, 22 September 2017 - 18:51 WIB
Volkswagen I.D. dan...
Volkswagen I.D. dan I.D. Buzz Pakai Ban Hankook
A A A
BERLIN - Konsep ban terbaru dari produsen ban premium Hankook yang dipasangkan pada mobil konsep bertenaga listrik baru dari Volkswagen, I.D Crozz II, ditampilkan dalam gelaran IAA, di Frankfurt. Mobil empat pintu dengan sistem penggerak seluruh roda (all-wheel drive) ini adalah mobil listrik pertama yang menggunakan Crossover Utility Vehicle (CUV) dari Volkswagen - perpaduan antara Coupé dan SUV.

Setelah debut premiernya di Shanghai pada bulan April lalu, perusahaanmeluncurkan versi terbaru dari I.D. Crozz di Pameran IAA. Sama seperti Volkswagen I.D. dan I.D. Buzz, generasi terbaru dari VolkswagenGroup ini juga dilengkapi dengan ban Hankook.

Salah satu fitur spesial dari ban konsep yang dipasangkan pada Volkswagen I.D. Crozz II ini adalah tapak khusus yang dihasilkan dari cetakan panas, sama seperti ban konvensional lainnya, dan yang berbeda adalah sebagian besar proses produksi ban ini dapat dilakukan secara otomatis. Sampai saat ini, prosedur standar untuk ban konsep adalah memotong tapaknyasecara manual dengan cukup sulit, agar ban menjadi polos, mirip dengan proses vulkanisasi licin. Pada ban I.D. Crozz II, yang dilakukan secara manual hanyalah pemasangan inlaydibagian sisi ban.

“Kami sangat senang bisa mengimplementasikan sebuah projectbekerjasama dengan Volkswagen. Dengan berkembangnya mobil listrik, permintaan terhadap ban juga akan berubah di masa depan. Konsep mobil listrik saat ini, menunjukan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi nanti. Hankook Tire akan terus berusaha untuk memimpin inovasi berkendara di masa mendatang, melalui kolaborasi dengan produsen-produsen mobil ternama di dunia," ucap Seung Hwa Suh, Vice Chairman & CEO Hankook Tire, dalam keterangan resminya, Jumat (22/9/2017).

Ban konsep dari Hankook sendiri memiliki dimensi ukuran yang sesuai dengan ban konvensional yakni 245/45R21 (I.D.: 215/45R20, I.D. Buzz: 235/45R22). Perbandingan diameter yang lebih besar dari lebarnya, menciptakan bentuk yang ramping dan tinggi.

Hal ini menghasilkan koefisien hambatan yang lebih rendah saat bersentuhan dengan medan jalan, dibandingkan dengan dimensi ban konvensional, memberikan efisiensi energi optimal serta ketahanan gulir yang rendah. Selain itu, ukuran diameter yang lebih besar menghasilkan berkurangnyadeformasi dan perubahan bentuk dari ban, yang memberikan efek positif dari segi ketahanan gulir.

Kebisingan ban saat bergulir akan berperan besar dengan berkurangnya kebisingan mesin, dan ketahanan gulir harus dapat dikurangi untuk memotong kerugian energi.
(wbs)
Berita Terkait
Volkswagen Arteon 2021,...
Volkswagen Arteon 2021, Mobil Sedan Semi Otonom
Penuhi Kebutuhan Mobil...
Penuhi Kebutuhan Mobil Keluarga, Volkswagen Hadirkan Tayron X
VW Group Akan Hentikan...
VW Group Akan Hentikan Produksi Volkswagen up! Akan Tahun Ini
VW Tiguan Allspace Edisi...
VW Tiguan Allspace Edisi Khusus Resmi Hadir di Indonesia
VW Kebut Bikin Mobil...
VW Kebut Bikin Mobil Listrik, Target 50% Penjualan Tahun 2030 adalah EV
VW Drag Race Series...
VW Drag Race Series SERI 2 Segera Digelar
Berita Terkini
Lotus Memperkenalkan...
Lotus Memperkenalkan Struktur Baru untuk Eletre dan Emeya
53 menit yang lalu
Industri Otomotif Bakal...
Industri Otomotif Bakal Sekarat, Ini Risiko yang Mengintai AS Terkait Tarif Impor
7 jam yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Diberlakukan, Hyundai Menang Telak
9 jam yang lalu
Ducati Desmo450 MX Mesin...
Ducati Desmo450 MX Mesin 1 Silender 449cc dengan Bobot Ringan
11 jam yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Bakal Kubur Niat Orang Beli Mobil Baru
12 jam yang lalu
BYD Salip Tesla di Eropa,...
BYD Salip Tesla di Eropa, Penjualan di Q1 2025 Naik 60 Persen
13 jam yang lalu
Infografis
10 Makanan Khas Lebaran...
10 Makanan Khas Lebaran di Indonesia selain Opor dan Ketupat
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved