Mulai Desember, Hyundai Bangun Pabrik Mobil ASEAN Pertama di Indonesia

Selasa, 26 November 2019 - 17:34 WIB
Mulai Desember, Hyundai...
Mulai Desember, Hyundai Bangun Pabrik Mobil ASEAN Pertama di Indonesia
A A A
SEOUL - Hyundai Motor Company hari ini menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Pemerintah Indonesia untuk membangun pusat manufaktur pertamanya yang berbasis di kawasan ASEAN.

Pabrik manufaktur canggih dengan luas 8,35 juta kaki persegi (77,6 hektare) ini terletak di Kota Deltamas, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Ini sebuah kawasan industri, komersial, dan perumahan terintegrasi di sebelah timur Jakarta.

MoU disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo, Luhut Binsar Pandjaitan (Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi), Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian), Bahlil Lahadalia (Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal/BKPM), Euisun Chung (Executive Vice Chairman Hyundai Motor Group), serta Wonhee Lee (Presiden dan CEO Hyundai Motor Company) di pabrik Hyundai Motor di Ulsan, Korea Selatan —pabrik kendaraan terintegrasi terbesar di dunia, Selasa (26/11/2019).

"Pembangunan pabrik manufaktur Hyundai Motor di Indonesia dapat terlaksana berkat kerja sama dan dukungan dari pemerintah Indonesia," kata Euisun Chung.

Dikatakannya, Hyundai secara aktif akan terus mendengarkan dan menanggapi setiap harapan dan kebijakan Pemerintah Indonesia berterkaitan dengan kendaraan ramah lingkungan. Perusahan juga bakal terus berupaya berkontribusi terhadap komunitas ASEAN.
Mulai Desember, Hyundai Bangun Pabrik Mobil ASEAN Pertama di Indonesia

Fasilitas manufaktur baru ini memiliki nilai investasi kurang lebih sebesar USD1,55 miliar hingga 2030, termasuk biaya operasional dan pengembangan produk. Fasilitas manufaktur mulai dibangun pada bulan Desember tahun ini dan diharapkan bisa memulai produksi komersial pada paruh kedua 2021 dengan kapasitas tahunan sekitar 150.000 unit. Pabrik nantinya pada kapasitas penuh dapat memproduksi sekitar 250.000 kendaraan setiap tahunnya.

Hyundai berencana memproduksi SUV kompak, MPV kompak, dan model sedan yang dirancang khusus untuk pelanggan di pasar Asia Tenggara di pabrik barunya Indonesia ini. Pabrik menggabungkan fasilitas untuk stamping, pengelasan, pengecatan, dan perakitan.

Selain itu, Hyundai juga tengah menjajaki produksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) kelas dunia di pabriknya di Indonesia. Hyundai berkomitmen membantu mengembangkan ekosistem EV Indonesia, berkontribusi pada kualitas hidup masyarakat melalui kepemimpinannya dalam teknologi mobilitas bersih.

"Bersama dengan perusahaan afiliasinya, Kia Motors Corporation, Hyundai bertujuan untuk menjadi produsen EV ketiga terbesar di dunia pada tahun 2025," papar Euisun Chung.

Selain kendaraan jadi, perusahaan juga berencana untuk mengekspor 59.000 unit kendaraan completely knocked down (CKD) per tahun.

Keputusan Hyundai Motor untuk melakukan investasi juga dimaksudkan untuk memastikan pertumbuhan di masa mendatang dengan menjajaki pasar-pasar baru di kawasan ASEAN di tengah perlambatan yang sedang berlangsung di pasar automotif global. Selain memasok pasar lokal Indonesia, produksi yang dihasilkan fasilitas ini akan ditujukan untuk pasar-pasar utama di kawasan ASEAN lainnya, termasuk Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina.

Perusahaan juga tengah mempertimbangkan untuk mengekspor produknya ke Australia dan Timur Tengah. Hyundai berharap untuk mendapatkan manfaat dari pemberlakuan tarif preferensial di pasar-pasar tersebut, yang berlaku untuk barang-barang yang berasal dari kawasan ini. Berdasarkan Ketentuan Asal Barang (Rules of Origin/ROO) dari perjanjian Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (ASEAN Free Trade Area/AFTA), barang dengan setidaknya 40% konten lokal ASEAN dapat dikenai pembebasan tarif.
Mulai Desember, Hyundai Bangun Pabrik Mobil ASEAN Pertama di Indonesia

Hyundai juga akan melakukan berbagai kegiatan sosial yang dapat menjawab kebutuhan pemerintah dan penduduk guna membantu mengurangi masalah sosial di masyarakat setempat. Perusahaan secara khusus berharap dapat berkontribusi dalam mengembangkan potensi kaum muda Indonesia dan menciptakan lapangan kerja melalui kegiatan-kegiatan tersebut.

Hyundai, dengan pemasok mitra lokalnya, berharap untuk dapat menciptakan lebih dari 23.000 lapangan kerja baru baik secara langsung maupun tidak langsung di pabriknya yang ada di Indonesia. Dengan begitu menjadikannya salah satu perusahaan automotif terbesar di Kota Deltamas.

Pabrik ini diperkirakan dapat memberikan kontribusi ekonomi senilai lebih dari USD20 miliar selama satu dekade pertama sejak didirikan. Lebih jauh lagi, pabrik bakal menjadi pusat untuk berbagai fasilitas pemasok lokal.

"Kami berharap dapat turut berkontribusi pada pertumbuhan ekosistem suku cadang automotif Indonesia dengan memberikan dukungan kepada mitra lokal dengan kemampuan dan sumber daya produksi internal," tuturnya.

Hyundai Motor saat ini mengoperasikan pabrik di delapan negara termasuk Amerika Serikat, China dan India. Pada 2018, Hyundai Motor bersama produsen mobil afiliasinya, Kia Motors berhasil mecatatkan penjualan global sebanyak 7,4 juta kendaraan secara keseluruhan. Ini menjadikan raksasa Korea itu menjadikan kelompok automotif terbesar kelima di dunia.

"Penambahan pembangunan pabrik di Indonesia akan memperluas jaringan produksi global Hyundai, mengoptimalkan pasokan untuk dapat menjawab permintaan pelanggan dengan lebih baik di semua benua," katanya lagi.

Indonesia sendiri, sebagai pasar mobil terbesar di kawasan ASEAN, telah mencatatkan penjualan sebesar 1,15 juta unit dalam penjualan tahunan pada tahuan lalu. Ini dianggap sebagai pasar yang sangat potensial dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang stabil di kisaran 5% per tahun.

Negara-negara utama ASEAN termasuk Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Singapura diperkirakan akan menciptakan pasar automotif sekitar 4,49 juta unit pada 2026, dari sebelumnya 3,16 juta unit pada 2017.

Setelah selesainya acara penandatanganan MOU, perwakilan pemerintah Indonesia, termasuk Presiden Jokowi, melihat-lihat berbagai eksibisi di pabrik Ulsan, termasuk demonstrasi pemurni udara pada kendaraan bertenaga sel listrik (fuel cell electric vehicle/FCEV) NEXO, ilustrasi gambar NEXO dan Kona Electric, sebuah sistem pengisian nirkabel untuk kendaraan EV, robot yang dapat dipakai dan skuter listrik.
(mim)
Berita Terkait
Lanjutkan Pembangunan...
Lanjutkan Pembangunan Pabrik di Bekasi, Hyundai Tingkatkan Kehati-hatian
Anjing Liar Jadi Duta...
Anjing Liar Jadi Duta Penjualan Hyundai di Brazil
Masih Terimbas Corona,...
Masih Terimbas Corona, Penjualan Hyundai Anjlok 39% pada Mei 2020
Hyundai Palisade Hybrid...
Hyundai Palisade Hybrid Bakal Diluncurkan, Ini Bocorannya
Hyundai Uji Coba Santa...
Hyundai Uji Coba Santa Cruz Pikap di Aspal Michigan
Bukan Stargazer, Creta...
Bukan Stargazer, Creta Justru Jadi Mobil Terlaris Hyundai Tahun Ini
Berita Terkini
Mitsubishi Pajero Targetkan...
Mitsubishi Pajero Targetkan Segmen yang Sama dengan Toyota Land Cruiser
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
Baterai Menyatu Rangka,...
Baterai Menyatu Rangka, Jok Jadi Kasur, Layar Dasbor 2.5K, Leapmotor B10 SUV China Rasa Eropa
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved