My Nitro Hadirkan Pengisian Nitrogen Murni ke Ban Layaknya ATM
Minggu, 26 Juli 2020 - 07:33 WIB
Dirintis sejak tahun 2012, perusahaan penyedia nitrogen untuk ban kendaraan bermotor, siap meluncurkan alat pengisian angin berbasis teknologi industri 4.0. Alat My Nitro ini memiliki sejumlah keunggulan, mulai kualitas nitrogen murni, hingga sistem pembayaran cashless (nontunai). Perusahaan yang dikembangkan CV Mucha Persada itu beradaptasi dengan perkembangan dunia digital.
“Kami meluncurkan konsep bisnis yang efisien dan ramah lingkungan yang menyediakan pengisian nitrogen murni untuk kendaraan bermotor dengan sistem digital, customer layak mendapatkan kemudahan, harga yang ekonomis dan produk yang berkualitas” kata Founder dan CEO My Nitro, Muchlis di Limo, Depok, Sabtu (25/7/2020).
My Nitro akan hadir di beberapa lokasi, terutama di Pulau Jawa dan Sumatera dan masih dapat discale up untuk lebih banyak populasinya. Perangkat pengisian nitrogen yang mirip mesin ATM akan tersebar di lokasi yang mudah dijangkau. Sehingga masyarakat tak perlu harus ke SPBU untuk mendapatkan nitrogen.
Layanan ini merupakan terobosan inovasi yang luar biasa karena merupakan system automation yang pertama di Asia, dan ini merupakan karya anak bangsa, karena itu My Nitro berani menggunakan tagline The First Automated Nitrogen Services in Asia.
My Nitro beroperasi secara digital, dimana konsumen melakukan semuanya secara mandiri, touchscreen dan user friendly. Pembayaran bisa dilakukan dengan uang elektronik (E-Money, Brizzi, TapCash, Flazz) dan dompet elektronik (Shopeepay, Gopay, LinkAja, OVO, Dana dll) sehingga cashless, paperless dan eco green.
"Jadi alatnya automation, kita eco green. Tidak ada lagi yang namanya struk kertas yang keluar. Kalau orang butuh struk, tinggal input alamat email dan real time struk akan dikirim via email. Setiap transaksi bisa dilihat di dashboardnya," kata Muchlis.
Bila saat ini banyak orang berpikir bahwa nitrogen mahal, maka dengan sistem bisnis digital yang mereka rancang membuat harga nitrogen relatif murah sehingga dapat diakses semua orang yang memiliki kendaraan baik mobil maupun motor sekalipun sepeda.
“Kami meluncurkan konsep bisnis yang efisien dan ramah lingkungan yang menyediakan pengisian nitrogen murni untuk kendaraan bermotor dengan sistem digital, customer layak mendapatkan kemudahan, harga yang ekonomis dan produk yang berkualitas” kata Founder dan CEO My Nitro, Muchlis di Limo, Depok, Sabtu (25/7/2020).
My Nitro akan hadir di beberapa lokasi, terutama di Pulau Jawa dan Sumatera dan masih dapat discale up untuk lebih banyak populasinya. Perangkat pengisian nitrogen yang mirip mesin ATM akan tersebar di lokasi yang mudah dijangkau. Sehingga masyarakat tak perlu harus ke SPBU untuk mendapatkan nitrogen.
Layanan ini merupakan terobosan inovasi yang luar biasa karena merupakan system automation yang pertama di Asia, dan ini merupakan karya anak bangsa, karena itu My Nitro berani menggunakan tagline The First Automated Nitrogen Services in Asia.
My Nitro beroperasi secara digital, dimana konsumen melakukan semuanya secara mandiri, touchscreen dan user friendly. Pembayaran bisa dilakukan dengan uang elektronik (E-Money, Brizzi, TapCash, Flazz) dan dompet elektronik (Shopeepay, Gopay, LinkAja, OVO, Dana dll) sehingga cashless, paperless dan eco green.
"Jadi alatnya automation, kita eco green. Tidak ada lagi yang namanya struk kertas yang keluar. Kalau orang butuh struk, tinggal input alamat email dan real time struk akan dikirim via email. Setiap transaksi bisa dilihat di dashboardnya," kata Muchlis.
Bila saat ini banyak orang berpikir bahwa nitrogen mahal, maka dengan sistem bisnis digital yang mereka rancang membuat harga nitrogen relatif murah sehingga dapat diakses semua orang yang memiliki kendaraan baik mobil maupun motor sekalipun sepeda.
Lihat Juga :