Toyota Lakukan 6 Hal Penting untuk Tekan Emisi Karbon, Nomor 3 Butuh Kontribusi Kamu
Kamis, 18 Januari 2024 - 08:00 WIB
Komitmen Toyota diwujudkan yakni pada 1996, mengembangkan dan meluncurkan kendaraan listrik baterai pertamanya, RAV4 EV. Kendaraan dengan model SUV berjantung elektrik ini terus melakukan penyempurnaan di model lain.
Pada 1997, Toyota meluncurkan Prius, mobil listrik hybrid (Hybrid Electric Vehicle/HEV) pertama di dunia yang diproduksi secara massal. Berbagai inovasi disematkan dalam kendaraan ini, mulai dari motor, inverter, mesin, baterai dan elektronik. Toyota juga melakukan beberapa transformasi pabrikan dalam teknologi, proses manufaktur, peningkatan keselamatan dan uji kelayakan sema, hingga daur ulang bagi manufaktur.
Dengan pengalamannya lebih dari seperempat abad tersebut, Toyota tetap memegang janji dalam mewujudkan produk baru yang membantu mengurangi emisi karbon. Hingga lahirlah produk-produk kendaraan mulai dari kendaraan hybrid (HEV), kendaraan listrik baterai (Battery Electric Vehicle/BEV), kendaraan listrik hybrid plug-in (Plug-in Hybrid Electric Vehicle/PHEV) dan kendaraan listrik sel bahan bakar hidrogen (Fuel-Cell Electric Vehicle/FCEV).
Ke depan, Toyota akan memperkenalkan lebih banyak lagi pilihan kendaraan berteknologi listrik pada masa mendatang. Hal ini demi memberikan lebih banyak opsi bagi konsumen di seluruh dunia.
Adapun contoh misi Toyota dapat terlihat model HEV yang diproduksinya. Pada tipe hybrid Toyota hadir dengan teknologi yang tidak hanya mengurangi konsumsi BBM, tapi juga mengurangi emisi karbon.
Teknologi tersebut bekerja misalnya ketika seorang pemilik mobil hybrid Toyota mengemudikan kendaraannya dalam kemacetan. Di situasi tersebut, mesin bensin secara otomatis dimatikan dan mobil digerakkan dengan tenaga motor listrik/baterai saja.
Dengan kemampuan mematikan mesin bensin secara otomatis dalam situasi lalu lintas penuh kemacetan, bahan bakar tentu lebih hemat. Lebih jauh lagi, emisi karbon yang dihasilkan kendaraan berkurang secara signifikan.
Dengan upaya tersebut misi Toyota Global berkomitmen mengurangi emisi karbon (CO2) kendaraan hingga 90 persen pada 2050 diharapkan terwujud.
2. Kembangkan Flex-Fuel Technology
Untuk menekan emisi karbon, Toyota melakukan pengembangan Flex-Fuel technology untuk kendaraan Toyota bermesin pembakaran internal (ICE). Semua model ICE terbaru Toyota telah dirancang supaya dapat memakai bahan bakar Bioetanol (E10) dengan mudah tanpa perubahan apapun. Contohnya Pertamax Green 95 dengan komposisi etanol 5 persen, bisa digunakan tanpa kendala di produk TAM. Dengan demikian pelanggan dapat berkontribusi lebih besar guna mengurangi pemakaian bahan bakar fosil. Termasuk menekan emisi karbon dalam mobilitas sehari-hari.
Pada 1997, Toyota meluncurkan Prius, mobil listrik hybrid (Hybrid Electric Vehicle/HEV) pertama di dunia yang diproduksi secara massal. Berbagai inovasi disematkan dalam kendaraan ini, mulai dari motor, inverter, mesin, baterai dan elektronik. Toyota juga melakukan beberapa transformasi pabrikan dalam teknologi, proses manufaktur, peningkatan keselamatan dan uji kelayakan sema, hingga daur ulang bagi manufaktur.
Dengan pengalamannya lebih dari seperempat abad tersebut, Toyota tetap memegang janji dalam mewujudkan produk baru yang membantu mengurangi emisi karbon. Hingga lahirlah produk-produk kendaraan mulai dari kendaraan hybrid (HEV), kendaraan listrik baterai (Battery Electric Vehicle/BEV), kendaraan listrik hybrid plug-in (Plug-in Hybrid Electric Vehicle/PHEV) dan kendaraan listrik sel bahan bakar hidrogen (Fuel-Cell Electric Vehicle/FCEV).
Ke depan, Toyota akan memperkenalkan lebih banyak lagi pilihan kendaraan berteknologi listrik pada masa mendatang. Hal ini demi memberikan lebih banyak opsi bagi konsumen di seluruh dunia.
Adapun contoh misi Toyota dapat terlihat model HEV yang diproduksinya. Pada tipe hybrid Toyota hadir dengan teknologi yang tidak hanya mengurangi konsumsi BBM, tapi juga mengurangi emisi karbon.
Teknologi tersebut bekerja misalnya ketika seorang pemilik mobil hybrid Toyota mengemudikan kendaraannya dalam kemacetan. Di situasi tersebut, mesin bensin secara otomatis dimatikan dan mobil digerakkan dengan tenaga motor listrik/baterai saja.
Dengan kemampuan mematikan mesin bensin secara otomatis dalam situasi lalu lintas penuh kemacetan, bahan bakar tentu lebih hemat. Lebih jauh lagi, emisi karbon yang dihasilkan kendaraan berkurang secara signifikan.
Dengan upaya tersebut misi Toyota Global berkomitmen mengurangi emisi karbon (CO2) kendaraan hingga 90 persen pada 2050 diharapkan terwujud.
2. Kembangkan Flex-Fuel Technology
Untuk menekan emisi karbon, Toyota melakukan pengembangan Flex-Fuel technology untuk kendaraan Toyota bermesin pembakaran internal (ICE). Semua model ICE terbaru Toyota telah dirancang supaya dapat memakai bahan bakar Bioetanol (E10) dengan mudah tanpa perubahan apapun. Contohnya Pertamax Green 95 dengan komposisi etanol 5 persen, bisa digunakan tanpa kendala di produk TAM. Dengan demikian pelanggan dapat berkontribusi lebih besar guna mengurangi pemakaian bahan bakar fosil. Termasuk menekan emisi karbon dalam mobilitas sehari-hari.
Lihat Juga :
tulis komentar anda