Alasan Mobil Bekas Dua Kali Lebih Laris dari Mobil Baru di 2025
Rabu, 22 Oktober 2025 - 19:40 WIB
Data dari Ken Research dan Deloitte Analysis sempat memproyeksikan pasar mobil bekas Indonesia akan mencapai 3 juta unit pada 2025. Sebaliknya, pasar mobil baru di tahun ini diprediksi hanya 750.000-800.000 unit.
Wahyu Seto, General Manager Hyundai Solusi Mobilitas mengatakan, ini yang membuat Hyundai meluncurkan layanan Hyundai Promise. Yakni, program memberikan banyak keuntungan dan bahkan worry free bagi konsumen yang tertarik membeli mobil bekas.
“Meskipun berstatus pre-owned, kualitas mobil bekas yang kami tawarkan ini tetap terjaga prima. Misalnya Hyundai Ioniq 5 dipastikan memiliki State of Health (SoH) baterai 95-100%, sehingga konsumen dapat merasa aman sekaligus yakin terhadap performa kendaraan listrik yang dimilikinya dan garansi yang masih berlaku ditangan kedua. Kami tetap memberikan ketenangan dan rasa percaya diri layaknya membeli mobil baru,” ungkapnya.
Meski menjadi penyelamat di tengah kelesuan, segmen pembiayaan mobil bekas memiliki profil risiko berbeda.
Suku Bunga Lebih Tinggi: Konsumen dihadapkan pada suku bunga kredit yang lebih tinggi, berkisar antara 6% hingga 8% per tahun, sebagai kompensasi atas risiko yang lebih besar bagi lembaga pembiayaan.
Wahyu Seto, General Manager Hyundai Solusi Mobilitas mengatakan, ini yang membuat Hyundai meluncurkan layanan Hyundai Promise. Yakni, program memberikan banyak keuntungan dan bahkan worry free bagi konsumen yang tertarik membeli mobil bekas.
“Meskipun berstatus pre-owned, kualitas mobil bekas yang kami tawarkan ini tetap terjaga prima. Misalnya Hyundai Ioniq 5 dipastikan memiliki State of Health (SoH) baterai 95-100%, sehingga konsumen dapat merasa aman sekaligus yakin terhadap performa kendaraan listrik yang dimilikinya dan garansi yang masih berlaku ditangan kedua. Kami tetap memberikan ketenangan dan rasa percaya diri layaknya membeli mobil baru,” ungkapnya.
Meski menjadi penyelamat di tengah kelesuan, segmen pembiayaan mobil bekas memiliki profil risiko berbeda.
Suku Bunga Lebih Tinggi: Konsumen dihadapkan pada suku bunga kredit yang lebih tinggi, berkisar antara 6% hingga 8% per tahun, sebagai kompensasi atas risiko yang lebih besar bagi lembaga pembiayaan.
Lihat Juga :