11 Pulau Menakjubkan, Namun Mobil Dilarang Masuk
Rabu, 10 Januari 2024 - 12:00 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun pantai di pulau ini di Teluk Guanabara mungkin kurang berbudaya dari Copacabana atau Ipanema, kehadiran yang relatif sepi dari kerumunan dan kehebohan lebih dari cukup untuk itu. Sebagian besar pengunjung pun menghabiskan waktunya dengan mengayuh sepeda sejauh lima mil pulau untuk mendengar lonceng gereja São Roque, sebuah situs di pulau sejak 1697 dan musik samba yang selalu mengalun di pulau.
Sebagai pusat perdagangan regional sejak zaman pra-Islam, pulau ini tepat di lepas pantai Kenya dipenuhi sejarah dan budaya. Tempat ini juga dikenal sebuah kota tua UNESCO yang dianggap sebagai contoh permukiman Swahili tertua dan terbaik di Afrika Timur bercampur dengan arsitektur Arab dan elemen budaya India dan China.
Pengunjung masih dapat menjelajahi pantai Lamu dengan naik ke dhow, sejenis kapal layar Laut Hindia tradisional yang dulu membawa kopi, rempah-rempah, dan gading ke dan dari seluruh wilayah, meskipun perjalanan dengan keledai menjadi alternatif untuk para pelaut di darat.
Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Alam Berkonsep Wisata Berkelanjutan
Meskipun secara teknis kawasan ini terdiri atas lebih dari 100 pulau yang dihubungkan oleh ratusan jembatan, Venice tetap menjadi zona tanpa mobil terbesar di Eropa. Bagi para pencinta seni dan arsitektur dapat menikmati landmark era Renaisans seperti Ponte Rialto, Basilica di Santa Maria della Salute, dan istana Doge dengan menaiki vaporetti melalui Grand Canal atau menyeberangi jaringan jembatan pejalan kaki kota terapung ini. Namun, tidak ada perjalanan ke Venice yang benar-benar lengkap tanpa naik gondola melalui beberapa jalur air yang lebih sepi.
Tinggalkan Lagune Venesia dan lintasi Laut Adriatik untuk menikmati Lopud, permata Kepulauan Elaphiti Kroasia. Kurang dari satu jam perjalanan feri dari benteng-benteng kuno Dubrovnik, pulau tanpa mobil ini memiliki beberapa gereja abad ke-15 yang mungkin muncul dalam salah satu spinoff Game of Thrones. Bagi penggemar landmark fantastis yang berakar pada zaman sekarang, Lopud adalah rumah permanen untuk Your Black Horizon Art Pavilion, instalasi seni dan arsitektur karya Olafur Eliasson yang debut di Venice Biennale 2005.
Penampakan pulau ini berupa pantai berbatu untuk berjemur dan bukit batu kerikil yang curam. Keledai lebih berharga di sini daripada kendaraan bermotor. Hydra menawarkan pengalaman berpetualang di Yunani yang sangat khas dan dapat diakses dalam perjalanan sehari dari Athena.
Dibandingkan dengan Akropolis, sebagian besar landmark di Pulau Saronic ini memiliki sedikit nilai sejarah, di antaranya keberadaan biara Yunani Ortodoks abad ke-10 dan rumah kastil yang menampilkan koleksi perabotan abad ke-18 yang diproduksi secara lokal. Jika mencari sesuatu yang lebih kontemporer, pengunjung selama musim panas dapat menelusuri koleksi kolektor Yunani Dakis Joannou di Deste Foundation.
Cocok menerapkan hidup slow living di pulau kecil Karibia ini. Caye Caulker tidak memiliki apapun yang lebih cepat daripada sepeda golf. Pulau ini sebagian besar tidak dihuni sampai abad ke-19 yang dikelilingi sepanjang lima mil batu kapur serta penuh dengan hutan bakau dan burung eksotis. Bentangan alam ini membuat pengunjung hidup melambat dan banyak bersentuhan dengan alam. Bagi mereka yang ingin menjelajahi tempat penyelaman seperti Terumbu Karang Belize dan Lubang Biru Besar, Caye Caulker menjadi tempat yang sempurna.
Baca Juga: Harta Karun Bernilai Triliunan Rupiah akan Diangkat dari Laut Karibia
Ikon pulau berupa Benteng Carlsten yang mengesankan serta sinagoge tertua di Swedia menambah eksotisme pulau kecil di sebelah barat laut Gothenburg ini. Pulau ini berperan besar dalam sejarah Skandinavia pada abad ke-16 dan ke-17.
4. Pulau Lamu, Kenya
Sebagai pusat perdagangan regional sejak zaman pra-Islam, pulau ini tepat di lepas pantai Kenya dipenuhi sejarah dan budaya. Tempat ini juga dikenal sebuah kota tua UNESCO yang dianggap sebagai contoh permukiman Swahili tertua dan terbaik di Afrika Timur bercampur dengan arsitektur Arab dan elemen budaya India dan China.
Pengunjung masih dapat menjelajahi pantai Lamu dengan naik ke dhow, sejenis kapal layar Laut Hindia tradisional yang dulu membawa kopi, rempah-rempah, dan gading ke dan dari seluruh wilayah, meskipun perjalanan dengan keledai menjadi alternatif untuk para pelaut di darat.
Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Alam Berkonsep Wisata Berkelanjutan
5. Venice, Italia
Meskipun secara teknis kawasan ini terdiri atas lebih dari 100 pulau yang dihubungkan oleh ratusan jembatan, Venice tetap menjadi zona tanpa mobil terbesar di Eropa. Bagi para pencinta seni dan arsitektur dapat menikmati landmark era Renaisans seperti Ponte Rialto, Basilica di Santa Maria della Salute, dan istana Doge dengan menaiki vaporetti melalui Grand Canal atau menyeberangi jaringan jembatan pejalan kaki kota terapung ini. Namun, tidak ada perjalanan ke Venice yang benar-benar lengkap tanpa naik gondola melalui beberapa jalur air yang lebih sepi.
6. Lopud, Kroasia
Tinggalkan Lagune Venesia dan lintasi Laut Adriatik untuk menikmati Lopud, permata Kepulauan Elaphiti Kroasia. Kurang dari satu jam perjalanan feri dari benteng-benteng kuno Dubrovnik, pulau tanpa mobil ini memiliki beberapa gereja abad ke-15 yang mungkin muncul dalam salah satu spinoff Game of Thrones. Bagi penggemar landmark fantastis yang berakar pada zaman sekarang, Lopud adalah rumah permanen untuk Your Black Horizon Art Pavilion, instalasi seni dan arsitektur karya Olafur Eliasson yang debut di Venice Biennale 2005.
7. Pulau Hydra, Yunani
Penampakan pulau ini berupa pantai berbatu untuk berjemur dan bukit batu kerikil yang curam. Keledai lebih berharga di sini daripada kendaraan bermotor. Hydra menawarkan pengalaman berpetualang di Yunani yang sangat khas dan dapat diakses dalam perjalanan sehari dari Athena.
Dibandingkan dengan Akropolis, sebagian besar landmark di Pulau Saronic ini memiliki sedikit nilai sejarah, di antaranya keberadaan biara Yunani Ortodoks abad ke-10 dan rumah kastil yang menampilkan koleksi perabotan abad ke-18 yang diproduksi secara lokal. Jika mencari sesuatu yang lebih kontemporer, pengunjung selama musim panas dapat menelusuri koleksi kolektor Yunani Dakis Joannou di Deste Foundation.
8. Caye Caulker, Belize
Cocok menerapkan hidup slow living di pulau kecil Karibia ini. Caye Caulker tidak memiliki apapun yang lebih cepat daripada sepeda golf. Pulau ini sebagian besar tidak dihuni sampai abad ke-19 yang dikelilingi sepanjang lima mil batu kapur serta penuh dengan hutan bakau dan burung eksotis. Bentangan alam ini membuat pengunjung hidup melambat dan banyak bersentuhan dengan alam. Bagi mereka yang ingin menjelajahi tempat penyelaman seperti Terumbu Karang Belize dan Lubang Biru Besar, Caye Caulker menjadi tempat yang sempurna.
Baca Juga: Harta Karun Bernilai Triliunan Rupiah akan Diangkat dari Laut Karibia
9. Marstrand, Swedia
Ikon pulau berupa Benteng Carlsten yang mengesankan serta sinagoge tertua di Swedia menambah eksotisme pulau kecil di sebelah barat laut Gothenburg ini. Pulau ini berperan besar dalam sejarah Skandinavia pada abad ke-16 dan ke-17.
Lihat Juga :