Di Eropa Baterai Mobil Listrik Nantinya Wajib Punya Paspor
Sabtu, 20 Januari 2024 - 10:39 WIB
loading...
A
A
A
Kepala urusan luar negeri di Circulor Ellen Carey mengatakan paspor akan berharga antara 7 euro (Rp119 ribu) dan 12,80 euro (Rp218 ribu) per baterai. Ini bertujuan untuk menciptakan akuntabilitas rantai pasokan.
Paspor baterai yang saat ini dikembangkan oleh Circulor untuk kendaraan listrik dapat mengungkap sumber kobalt, grafit, litium, mika, dan nikel dalam baterai.
Paspor tersebut menggunakan data industri Internet of Things untuk mengidentifikasi organisasi dalam rantai pasokan produsen.
Teknologi ini juga menggunakan data antarmuka pemrograman aplikasi dan data perencanaan sumber daya perusahaan, untuk menghasilkan kembaran digital baterai dengan jejak kertas.
“Kami mengambil informasi yang kami ketahui tentang nikel tersebut dan kami membuat replika digitalnya. Di mana penambangannya? Apa geolokasinya? Berapa beratnya? Berapa waktu yang telah berlalu dalam hal pemrosesan?,” kata Carey dikutip dari Carscoops.
Paspor baterai yang saat ini dikembangkan oleh Circulor untuk kendaraan listrik dapat mengungkap sumber kobalt, grafit, litium, mika, dan nikel dalam baterai.
Paspor tersebut menggunakan data industri Internet of Things untuk mengidentifikasi organisasi dalam rantai pasokan produsen.
Teknologi ini juga menggunakan data antarmuka pemrograman aplikasi dan data perencanaan sumber daya perusahaan, untuk menghasilkan kembaran digital baterai dengan jejak kertas.
“Kami mengambil informasi yang kami ketahui tentang nikel tersebut dan kami membuat replika digitalnya. Di mana penambangannya? Apa geolokasinya? Berapa beratnya? Berapa waktu yang telah berlalu dalam hal pemrosesan?,” kata Carey dikutip dari Carscoops.
Lihat Juga :